Little World

Little World

Minggu, 28 Desember 2014

Hopeless

Ya memang tak bisa menyalahkan siapapun ketika orang itu mengalami perubahan bahkan banyak perubahan. Semua itu pilihan, dan dampak yang kita rasakan atas perubahan itu juga bagian dari adaptasi kita.
Teman yang begitu dekat, bisa saja kelak nanti akan menjauh. Semakin bertambahnya masa, semakin menurun intensitas pertemuan, 60% akan membuat penurunan terhadap kualitas pertemanan, dan dengan kenaikan status akan lebih loyal pada golongan yang baru.
Sedih ketika harus melihat teman yang begitu dekat dengan kita tiba-tiba seperti kataku tadi. Tepat tanggal ini 27 Desember, malam ini aku memiliki niat baik untuk bertemunya. Namin, gatau kenapa tak ada rasa senang dan antusia lagi.
Seoalah saya kehilangan sosok teman baik seperti awal dulu. Dulu sering sekali mengajak main kesana kesini, ga kaku dan ga dingin, loyal. Mungkin karena jarang ketemu dan mungkin juga aku bukan levelnya sehingga banyak berubah dia.
Kapan bisa kaya dulu lagi? Aku selalu berusaha menjaga persahabatan ini. Tapi seperti diremehkan dan tak dianggap lagi. Sudahlah mungkin salah saya, maaf jikalau banyak salah selama ini. Aku memang bukan sahabat yang baik.
Tapi jauh dari ini, aku selalu berusaha menjadi yang terbiak untuk sahabatku. Hujan, atau apa aku tak peduli kan? Aku selalu menyempatkan waktuku hanya untuk bertemu sahabatku. Ya kalian adalah saudara bagiku. Meski aku belum tentu dianggap saudara bagimu, tapi itu tak masalah bagiku. Aku hanya ingin berusaha yang terbaik untuk sahabatku.
Maaf untuk selama ini yang tak bisa menjadi sahabat seperti dirimu, aku tau diri dan paham betul posisiku. Aku tak sepertimu sahabatku.  Aku bangga padamu...
Kalau kamu jadi senin lusa balik ke pendidikanmu, semoga lancar dan sukses selalu. Bersyukur masih bisa bertemu walau sedikit ada kecewa tapi tak masalah.
Sampai ketemu lagi...

Minggu, 30 November 2014

Kabar Sahabat Achmad Syariful Rizal

Achmad Syariful Rizal, panggil saja Rizal. Ya, kali ini saya akan mengupload foto semasa pendidikan polisi di daerah lombok sana Kupang NTT. Spesial buat dia karena jarang pulang, akhirnya saya memutuskan untuk menyuruh dia mengirim fotonya. Geregetan, karena dia jarang sekali mengabari saya tapi kebetulan HP saya juga hilang mungkin dia juga binbgung mau ngabarin lewat apa hahahaha. Sekarang sosmed kan jg ada, jadi tolong deh buat Rizal dan sahabat-sahabat yang lain kalau pergi nan jauh disana kabarin deh aku ini. Kayak emak-emak banget nih gue hahahaha.
Oke langsung saja, berikut foto-foto rizal semasa kehidupannya disana...



Achmad Syariful Rizal


Achmad Syariful Rizal



Achmad Syariful Rizal
Good job for you my pal, see you net time...

Sabtu, 29 November 2014

Bulutangkis Awalnya

Ya kami selalu berolahraga bulutangkis bersama tiap sabtu pukul 18.30 sampai sekitar pukul 22.30. Itu kami lakukan rutin, kadang juga kita menghabiskan beberapa waktu luang untuk menyewa lapangan bulutangkis. Walaupun bulan puasa, kami juga tetap menyempatkan waktu untuk bermain bulutangkis. Ya ini kami lakukan ketika kami masih dibangku SMA. Aku, ridlo, jubron, dan hilman. Ya kami yang paling sering berlatih bersama.
Walau hujan menghadang, kami tetap saja berangkat bulutangkis karena olahraga ini sangat menyenangkan. Canda tawa, persaingan, kekeluargaan semuanya terasa. Aku masih ingat betul ketika kita berlath bersama. Tak peduli lelah, keringat, lapar, dan haus kami masih saja bermain.
Waktu terus berlalu, kini kami sudah tak satu zona. Kami sudah lulus dari SMA kebanggan kita.Kita sudah berpencar masing-masing. Intensitas untuk berolahraga seperti dulu kini hambar sudah. Aku sangat bosan dengan hari-hariku, awalnya aku respect setelah lulus akan bulutangkis sepuasnya namun kenyataan berbeda. Aku terbebani tugas-tugas, minim sekali untuk refresh otak untuk sekedar berolahraga. Aku tak tau bagaimana teman-temanku dengan bulutangkisnya. Kebetulan kita tidak sat kawasan. Aku di Malang, Jubron dan Hilman di Surabaya, sedangkan Ridlo sendiri di Semarang.
Sangat merindukan waktu dimana kita berlatih bersama, saat-saat belajar bermain bulutangkis bersama, saat-saat kelelahan, saat-saat kehausan, saat-saat canda tawa kebersamaan.
3 tahun lamanya aku bermain bulutangkis bersama mereka, yang awalnya tak kenal kini seperti dekat sekali seperti keluarga sendiri. Tak jarang setelah kita berlatih bulutangks, kita menghabiskan waktu untuk nongkrong dialun-alun kota kami, Bangil. Walau hanya sekedar makan nasi goreng langgananku bersama ridlo dan es teh. Itu sudah cukup membahagiakan waktu kebersamaan kami.
Akankah kita bisa bertemu dan mengulang masa-masa bahagia sepert ini kawan?Rid? Man? Bron?
Aku harap kalian tak pernah menjadi orang yang sombong dan angkuh, semoga kita bisa bertemu kembali dan bermain bulutangkis seperti kita dulu.
Aku tunggu ya, Ridlo, Hilman dan Jubron. Sampai ketemu lagi kawan...

Jumat, 28 November 2014

Membuat Kenangan Baru

Karena musibah 2 hari lalu yang menyebabkan hilangnya leptopku, secara tidak langsung pula segala kenanganku bersama keluargaku dan sahabat-sahabatku harus hilang. Sangat sedih dan kecewa sekali, sebab dileptopku sendiri aku selalu menyimpan memori-memori baik dalam bentuk foto maupun video bersama sahabat-sahabatku. Kenangan bareng Ridlo, Rifqi, Rizal, Ilham, Aris, Eko, Sutris, Vivi, Robi, Gombes harus hilang begitu saja.
Stres? ya sangat stres sekali, aku tipikal orang yang suka menghargai waktu, menyimpan foto momen-momen penting karena aku tau aku tak bisa mengulangi momen seperti itu kembali. Mungkin sahabat-sahabatku menganggap aku berlebihan, tapi memang aku lebih suka menghargai momen spesial bersama mereka.
Ya tadi aku membuat vido durasi 1 menit bersama sahabat-sahabatku yang aku buat melalui salah satu sosmed yang menyediakan aplikasi membuat video dengan kumpulan foto-foto yang terbatas. Yasudah, aku menggunakan kesempatan ini buat membuat video kenang-kenangan. Berhubung videonya gabisa didownload, aku share aja yah linknya hehehehe.
Untuk sahabatku yang tidak sengaja ngebaca tulisan-tulisanku, mampir dan tonton ya videonya.
Terimakasih atas persahabatan selama ini...

1. Ini untuk M.Tsaqif Ardani Kurniawan
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/951649924864988/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

2. Ini untuk Eko Arif Muhyiddin
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=870785706294689&id=100000556835545&ref=notif&notif_t=like

3. Ini untuk Rifqi Dwi Ramadhani
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/890649744280736/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

4. Ini untuk Machrobi Yulianto
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/764844953586206/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

5. Ini untuk Ridlo Muzayyin Sih Basuki
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/818186204909383/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

6. Ini untuk Achmad Syariful Rizal
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/1006572832701891/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

7. Ini untuk Nadia Safitri
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/988423494517478/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

8. Ini untuk M. Sutrisno
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/834107373325933/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

9. Ini untuk M. Ilham Dwi Putranto
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/991238684226132/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

10. Ini untuk Kharisma Adi Bashori
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=787599391296503&id=100000556835545&ref=notif&notif_t=like

11. Ini untuk Muizul Haq Billah
https://www.facebook.com/leo.mishelriffozinetic/posts/690155504424777/?ref=notif&notif_t=say_thanks_ready

Sekali lagi, terimakasih sahabat-sahabatku...

Kamis, 27 November 2014

Congratulation Sutris

27 Nopember 2014
Selamat...selamat...selamat pada "M.Sutrisno" yang telah menjadi lulusan terbaik pomal. Alhamdulillah sersan dua sekarang sudah ditangan. Good job...

M. Sutrisno

Congratulation sahabatku...

Musibahku

Banyak kebingungan yang aku alami. Disaat seperti ini aku hanya bisa istirahat, tanpa bisa masuk kuliah seperti biasanya. Aku tertinggal banyak materi kuliahku selama satu minggu ini. Aku juga kehilangan banyak buku akibat kejadian kemalingan di rumah kontrakanku sehingga tas ku dan isi-isinya dibawa lari oleh malingnya. Sungguh miris, disaat aku seperti ini masih saja terkena musibah lainnya. Aku tau bahwa ini ujian bagiku, seberapa kuatkah aku dan seberapa sabarkah aku.
Tak bisa dipungkiri, aku sangat sedih dan terpukul karena diusiaku segini dengan masih menggantungkan diri pada kedua orangtua. Mau tak mau akupun membuat kerepotan dan kebingungan kedua orang tuaku. Aku tak tega melihat mereka seperti ini, menanggung banyak hal karenaku.
Apa yang bisa aku lakukan? aku pun masih istirahat seperti ini takbisa apa-apa. Dan untuk kekecewaanku, ketika aku tau leptop kesayanganku dengan segudang kenanganku harus hilang juga akibat kemalingan itu. Aku menyimpan banyak foto, video dan berkas-berkas penting dalam leptopku. Foto-foto sahabatku, mama, ayah, kakak, dan keluargaku lainnya. Betapa aku merasa sangat kehilangan karena momen-momen penting yang pernah aku lewati kini harus hilang. Tak banyak orang tau rasa kekecewaanku, sahabatku pun belum tentu juga tau dan mengerti seberapa penting kenangan bersama mereka.
Ingin sekali marah, berteriak sekeras mungkin. Tapi, hal itu konyol. Aku bukan anak kecil lagi, harusnya aku lebih bisa dewasa dalam segi mental dan batin. Namun, tak bisa ku bohongi, dalam nurani masih ingin memberontak akibat kejadian beruntun ini. Aku hanya bisa berpasrah pada Allah SWT, dan untuk mama serta ayah, aku juga memohon maaf atas kesalahanku ini.

Rabu, 26 November 2014

Aku Menyerah

Aku Menyerah...

26 Nopember 2014

Terimakasih Sahabatku




Kenanganku Hilang

Dan ketika handphoneku hilang, aku begitu stres. dan kini leptop kesayangankupun hilang. Banyak kenanga yang hilang bersamaan dengan kedua alat kesayanganku itu hilang. Foto-foto, berkas dan banyak lagi. Ya Allah, kenapa ini... :'(

Maaf Merepotkanmu, Ma.

Maaf atas segala kesalahanku ma untuk akhir-akhir ini. Aku banyak merepotkan mama, tapi aku tak ada niat jelek sedikitpun. Aku pun tak menginginkan musibah ini mas yang harus kecelakaan dijalan, kemudian kemalingan tas, leptop dan STNK.
Hari-hari sebelumnya aku seneng banget karena mama begitu perhatian dan pengertian. Aku butuh ini itu, mama ngebantuin dan ngebeliin. Dan sekarang, seperti harus membayar kembali apa yang kemarin mama berikan. Rasanya tidak banding, dan aku merasa begitu banyak pengeluaran tidak terduga karena aku penyebabnya. Aku sangat kecewa dengan diriku sendiri. Begitu merepotkanmu ma. Maafkan aku ma, maafkan kesalahanku...

Downfall

Ya Allah, kala seperti ini aku tidak tau harus bercerita dengan siapa. Disaat aku mendapat kabar bahagia dari sahabatku, beberapa detik berikutnya musibah terjadi lagi padaku. Setelah kecelakaan 2 hari lalu, kini aku kemalingan tas beserta isi-isinya. :'(
Leptop dan STNK motor harus hilang. Apa yang harus hamba lakukan ya rabb? hamba sudah cukup merepotkan kedua orang tua hamba. Orang tua hamba harus merawat hamba, membenarkan motor hamba, dan kini hamba merepotkannya kembali dengan hilangnya leptop dan STNK hamba :'(
Tak ada teman bercerita, tak ada teman yang menguatkan dan tak ada lagi teman yang membantu serta menghibur. Cobaan demi cobaan harus hamba lalui, hamba paham hamba harus bisa melewat ini. Namun, bagaimana dengan kedua orang tuaku ya rabb? :'( hamba takmau membebani mereka berdua. Hamba sangat beban jika melihat ayah dan mama harus kerja keras dan kebingungan karena ini. :(
Hanya pada-Mu lah hamba berpasrah diri, hamba memohon yang terbaik untukku dan keluargaku ya rabb :(

Kami

"Kharisma Adi Basyori" panggil saja Aris. Ya dia adalah salah satu sahabatku yang super sekali. Dia jago sekali dalam seni, khususnya seni dalam gambar-menggambar dan lukis-melukis. Dia juga sahabat yang humoris sekali walau kadang gampang tersulut emosinya. Namun tidak menutup rasa baiknya dan rasa sadulurannya yang sangat baik pada sahabat-sahabatnya.

"M. Ilham Dwi Putranto" yang ini panggil saja Ilham. Dia adalah sahabat yang jago matematika. Wuuussshh, jangan salah dengan kemampuannya. Dia awalnya sangat kaku, namun lama kelamaan akhirnya bisa mencair dan bahkan sekarang sangat megeli hehehe. Kalau sudah ngomporin, dia paling jago dah. Tapi dia juga salah satu sahabatku yang baik juga.

"M. Tsaqif Ardhani Kurniawan" panggil saja Tsaqif. Dia jago karate loh. Ya, dia tipikal orang yang emosional jika kalian yang memulai. Kalau tidak ya aman-aman saja kok hehehehe. Sama seperti ilham, dia awalnya sangat kaku namun makin kesini makin cair juga. Bisa nyesuain tempat.

"Achmad Syariful Rizal" yang ini nih panggil saja Rizal. Dia sahabatku yang super sekali. Sama seperti 3 sahabatku tadi. Dia sudah seperti adikku sendiri, karena aku lebih awal mengenalnya. Aku juga dekat dengan keluarganya, khususnya ibunya hehehe. Walaupun agak sensi dulunya, sekarang jangan salah. Dia sekarang jadi pak polisi loh hahahaha. Dia juga jago gambar seperti aris tapi aliran gambarnya beda.

"Nadia Safitri" ini sahabat perempuan satu-satuku. Panggil saja Vivi. Awalnya dia sangat pendiam sekali. Cuma senyum-senyum doang. Eh, apa karena virus ku yang menyebabkan dia jadi sekarang ini ehehehe. Sekarang lebih familiar, baik dan awesome dah.

Kebetulan, kami berlima bertemu saat kami masuk di SMA dan tidak terduga kami satu kelas di kelas X-E hahahaha. Kini kita sudah berpencar dengan kesibukan masing-masing. Doakan agar kita senantiasa menjaga silaturahmi ya. Sampai ketemu lagi sahabatku...

Selamat Sahabatku

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia, hidayah serta inayahnya yang diberikan pada aku dan sahabat-sahabatku. 
Walaupun aku masih dalam keadaan sakit karena kejadian kecelakaan beberapa hari lalu, namun tak menutup rasa bahagiaku melihat dan membaca kabar dari 2 sahabatku ini, Nadia Safitri dan M.Sutrisno. Semoga Allah senantiasa memberikan kalian jalan yang lancar dan jauh dari segala ancaman dari orang-orang yang iri.
Selamat untuk sahabatku...

Nadia Safitri

M.Sutrisno    

Selamat atas prestasinya, sampai ketemu lagi ya sahabat...

Selasa, 25 November 2014

Hari yang Menyeramkan

23 November 2014, tepatnya dihari minggu sekitar pukul 17.00. Aku berniat bertolak dari rumah menuju kostku di daerah Tlogomas Malang. Aku sudah bersiap-siap untuk segera berangkat. Akupun berpamitan kepada kedua orang tua. Tak lupa juga aku meminta doa keselamatan dalam perjalanan menuju kosku. Untuk mencapai sana aku membutuhkan waktu 2 jam, namun ada jalan potong yang bisa menghemat waktu 30 menit. Akupun memutuskan untuk lewat jalan potong tersebut. Alhasil, sekitar pukul 18.00 terjadi insiden kecelakaan yang aku alami. Kini disalah satu bagian telapak tanganku mengalami retak tulang dan ada dibeberapa bagian tubuhku lainnya mengalami luka-luka. Aku merasa begitu membebani kedua orang tuaku akibat hal ini. Karena harus membenahi motorku, dan juga memeriksakan keadaanku. Maafkan aku mama dan ayah, aku sangat menyesal dengan kejadian ini. Bukan yang aku inginkan, namun kejadian itu berlangsung cepat. Akan aku ambil hikmah dari sini, dan aku akan membayar semua ini. Bismillah...

Spesial for you, my pals!


Hello my pals...



See you next time :'(

Coretan Gambar yang Terkabulkan


Pada suatu hari dalam suatu rumah yang disampingnya terdapat lorong menuju suatu ruangan kamar tidur. Ada seorang anak laki-laki mungil yang asyik duduk bersila dengan peralatan menggambar yang berserakan. Anak laki-laki tersebut sedang asyik menggambar salah satu pulau di Indonesia yakni pulau Bali. Entah dengan alasan apa dia saat itu menjatuhkan pilihannya untuk menggambar pulau Bali. Dengan umurnya yang masih 5 tahun, dengan gambar yang dihasilkannya menunjukan adanya bakat yang dimiliki anak kecil itu. Sangat mengesankan dan bagus untuk anak seumurannya. Dia memang menyukai pulau Bali, karena sejak saat itu dalam televisi gencar menayangkan tayangan dengan menyebutkan "Pulau Dewata Bali". Mungkin kalimat itulah yang menarik minat anak kecil itu dan menarik rasa ingin tahunya terhadap pulau Bali. Anak itupun bertanya pada ibunya, "Ma, Pulau Dewata Bali itu apa sih? Dimana itu?". Sontak Ibundanya menceritakannya, "Pulau Dewata Bali itu sebutan untuk pulau Bali dik. Disana terkenal dengan pantai-pantai dan panorama wisata yang indah.". Tak senggang-senggang, ibundanya pun memperlihatkan peta pulau Bali. Nah, itulah yang melatar belakangi anak tersebut menggambar sebuah pulau Bali dan menaruh impiannya untuk datang kesana bersama sahabatnya. Dia juga ingin sekali memiliki sahabat yang selalu menghargainya, menemaninya, menganggapnya, dan menjaganya. Tahun terus berganti, umur mulai bertambah. Kini anak kecil itupun sudah menjadi remaja dan berjalan menuju dewasa. Ia pun mulai rapuh akan ingatan masa kecilnya dulu. Dan tidak percaya dan tidak disangka-sangka, ia pernah mengunjungi pulau Bali yang diimpikannya saat kecil itu. Kini ia mulai mengingatnya, dan ia pun sangat takjub dengan kenyataan ini. Sungguh luar biasa, kini ia pun berbangga karena ia mampu pergi ke Pulau Bali yang ia impikan melalui coretan tangannya dalam bentuk gambar bersama sahabatnya seperti yang ia impikan.

Kamis, 13 November 2014

Rahasia Persahabatan

1. Selalu menaruh harapan
Mereka yang bersahabat biasanya saling menaruh harapan satu sama lain. Oprah Winfrey menggambarkan itu lewat hubungannya dengan sang karib, Gayle King, yang ditemuinya dalam sebuah acara televisi lokal Baltimore pada 1970-an. "King selalu ingin aku mendapatkan yang terbaik dalam segala situasi. Dia selalu menguatkan dan selalu mendukungku," ujar Oprah.

Di sisi lain, sahabat yang baik tidak akan saling menekan. Mereka sama-sama sadar, bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang menjadi teman sempurna. Jadi kalau sahabat Anda saat TK bukan orang yang bisa Anda ajak mengobrol panjang soal pekerjaan, tak masalah. Sebab, dia bisa mengisi kebutuhan Anda yang lain.
2. Mudah beradaptasi
Orang yang punya persahabatan yang langgeng biasanya tipe yang fleksibel dan pemaaf. Mereka sadar tak ada orang dan hubungan yang sempurna. Artinya, keduanya sadar, sebagai teman mereka harus memberi dukungan agar kawan mereka berkembang dan berubah. "Mereka juga sadar bahwa sebuah hubungan ada pasang surutnya, tapi itu bukan berarti hubungan mereka bermasalah," ujar Levine.

Alih-alih terjebak pada masa lalu, atau membandingkan apa yang Anda miliki sekarang dan dulu, lebih baik Anda dan sahabat menikmati apa yang kalian miliki sekarang. "Nikmati juga apa yang dulu pernah kalian lakukan sama-sama di masa lalu," kata sosiolog Jan Yager.


3. Nongkrong bareng
Hal ini krusial. Cobalah untuk selalu berbagi kabar dan pengalaman hidup dengan sahabat Anda. Dibanding cuma melihat buku kenangan kalian dulu, lebih baik bertukar cerita, seperti apa kehidupan kalian sekarang. Menurut Yager, mengisolasi diri dari kehidupan sosial berefek negatif bagi tubuh Anda, layaknya bahaya rokok. "Bersenang-senanglah. Berbagi hal yang emosional memang baik, tapi Anda juga harus banyak berbagi tawa dan candaan," kata Yager.
4. Mengapresiasi hubungan yang sudah terjalin lama
Persahabatan yang langgeng sangatlah jarang, jadi sangat berharga karena susah melakukannya. Jadi jika Anda memilikinya, hargailah itu.

5. Tidak bertahan hanya karena terpaksa

Memang susah untuk membiarkan orang yang sudah berbagi banyak hal dengan kita, pergi. Tapi ini penting. "Kalau sebuah persahabatan "garing", itu petanda buruk untuk hubungan," ujar Levine. Tanda-tandanya, Anda malas menghabiskan waktu dengannya, dan saat akhirnya bertemu, kalian tidak banyak mengobrol.

Tanda bahaya lainnya adalah perasaan kaku jika mengobrol dengannya, dan merasa persahabatan itu sudah dipenuhi kesalahpahaman. Jika itu yang terjadi, sahabat yang baik tak membiarkan kekakuan itu bertahan lama.

Persahabatan

Persahabatan itu...

1. "Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yg tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh."

2. "Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya."

3. “Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

4. "Tak ada yang sempurna, sahabatpun pernah berbuat salah, tapi kamu selalu temukan sebuah alasan tuk maafkan mereka."

5. “Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”

6. "Siapa yang ingin bersama kamu pada saat tiada satupun yang dapat kamu berikan??. Merekalah sahabat-sahabat kamu."

7. “Sahabat adalah dia yang tahu kekuranganmu, tapi menunjukkan kelebihanmu. Dia yang tahu ketakutanmu, tapi menunjukkan keberanianmu.”

8. “Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya”

9. “Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.”

10. “Sahabat selalu ada untukmu, ketika kamu punya masalah. Bahkan terkadang memberi saran yang bodoh hanya tuk lihat kamu tertawa.”

11. “Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya iaitu baik dan burukmu”

12. “Jangan sesekali menyalahkan kesilapan diri sendiri kepada orang lain kerana orang yang tidak mengakui kelemahan diri sukar untuk berjaya.”

13. “Jangan banggakan apa yang kamu punya. Banggakan bagaimana caramu mendapatkan apa yang kamu punya. Lakukan apapun yang kamu suka. Karena kamu tak akan merasa terpaksa pun jika kamu gagal tak akan merasa kecewa.”

14. “Teman itu seperti bintang Tak selalu nampak Tapi selalu ada dihati, Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata Saat tangan terluka, mata menangis Saat mata menangis, tangan menghapusnya”

15. “Jangan hianati dia! karena dialah yang selalu ada sebagai penggantimu, karena dia sahabatmu!”

16. “Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan padasaat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

17. “Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

18. “Kau tahu seseorang adalah sahabat sejati ketika kau akan menangis, dia mengatakan hal-hal yang paling konyol hanya untuk melihatmu tersenyum”

19. “Meskipun bermil-mil jarak yang memisahkan, Sahabat tidak pernah terpisah karena persahabatan tidak diukur dengan jarak melainkan dengan hati.”

20. “Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”

21. “Jika orang marah kepadamu 3x, tetapi ia tidak pernah berkata buruk tentang kamu, ambillah dia sebagai sahabat dekatmu”

22. “Persahabatan sulit dijelaskan dan tidak pernah dipelajari di sekolah. Namun, jika seseorang tidak berusaha mempelajari makna persahabatan, dia tidak dapat mempelajari apa-apa”

23. “Tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat, sahabat menaruh kasih di setiap waktu selalu ada dalam setiap kesukaran”

24. “Sahabat adalah dia yang tahu apa yang dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.”

25. “Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu.”

Untukmu Sahabatku

video

"Terimakasih untuk selama ini sahabatku, sampai berjumpa kembali.."

Minggu, 09 November 2014

"Bagiku kau adalah sahabat terbaikku" -Naruto to Sasuke


Tepat jam 22.00 malam, aku yang kini sudah melanjutkan di bangku perkuliahan masih saja bermain bulutangkis ketika pulang kerumah halaman. Ya, walau bermain hanya beberapa waktu saja tidak sesering dulu ketika dibangku SMA.
Kini ketika sudah berpisah dengan teman-teman baikku, aku masih saja merasa dejavu ketika pulang kerumah dan bermain dikota halaman. Ketika mengunjungi suatu tempat, pasti aku teringat akan kenangan dimasa lalu. Ya, karena dibangku kuliah aku tak menemukan teman seperti teman SMAku dulu. Dulu begitu asyik dan menyenangkan, sekarang banyak yang idealisme. 
Salah satu tempat yang paling berkesan tentunya adalah lapangan bulutangkis mashyur kancil mas bangil. Kenapa? karena sudah lama aku menghabiskan waktuku untuk bermain disana. Hingga aku bertemu dengan teman bulutangkisku yg kebetulan satu SMA denganku. Namanya "Ridlo Muzayyin S B". Ya dia adalah teman, sahabat sekaligus keluarga bagiku. Kini ia sudah melanjutkan di Akademi Polisi Semarang. Jauh sekali dariku. Dulu kita sering menghabiskan waktu untuk bulutangkis dan bermain bersama. Mulai dari nonton bioskop bareng-bareng, karaokean, rapat paskib, dan sekedar main-main iseng. Kalau melihat malam seperti ini, dan ketika aku melewati daerah Stasiun Kereta Bangil, aku sangat teringat dengannya. Aku masih ingat betul ketika selesai bulutangkis aku harus mengantarnya ke Pondok Pesantrennya dan kemudian mengantarnya ke daerah stasiun tadi untuk menunggu bis arah gempol. Aku harus menunggu bis hingga dia naik dan pulang, tidak jarang aku harus menunggu harus tengah malam. Tapi aku senang, karena aku memang menggapnya saudaraku sendiri. Banyak hal yang aku habiskan dengannya.
Kemudian aku juga sring tringat dengan "A. Syariful Rizal" ketika aku melewati daerah mie ayam cak di. Ya, dia sangat suka makan mie itu. Aku lebih awal mengenalnya karena dia adalah teman seklasku ketika SMP dulu. Sampai SMA pun aku masih satu sekolah dengannya. Sama seperti ridlo, dia juga teman, sahabat sekaligus keluargaku. Walau sedikit sensi, namun aku tau dibalik kesensiannya itu dia adalah sosok orang yg baik. Baik sekali malahan. Aku jg sering menghabiskan waktu bersamanya, aku sering sekali bermalam dirumahnya. Hingga aku kenal baik dengan ibunya. Aku juga sering bermain dan berbasa-basi disana. Dia sosok teman yang menynangkan, kini dia ada di Kupang untuk pendidikan "Brigadir Polisi". Jauh juga dari aku.
Tak ketinggalan pula dengan "Kharisma Adi B", "M.Ilham Dwi P", "Tsaqif Ardani K'', "Eko Arif M", "Muizzul Haq Billah". Mereka juga gak kalah, mereka juga teman, sahabat dan keluargaku. Walau mereka sering membullyku, tapi jauh disana mereka adalah teman yg gak kalah baik. Ya kadang ada perkataan yg sulit diterima, tapi tak apalah. Aku juga mengerti, pasti ada maksudnya. Dan pasti ingin menghidukan suasana. Ketika disekolah SMA dulu, aku sering menghabiskan waktu dengan mereka juga. Makan bareng, futsal di aula bareng-bareng. Aku juga sering bermain ke kelas mereka. Aku bersama ilham, aris, eko dan tsaqif juga terkadang dengan rizal juga sering bermain dan bermalam dirumah salah satu mereka. Kita bermain PS, bakar jagung, makan besar, dan banyak hal lain juga. Aku, ilham, aris, rizal dan tsaqif adalah teman satu kelas ketika dikelas 10. Aris sekarang melanjutkan di Unesa, Ilham dan aku di UMM, Tsaqif Unesa juga, Billah masih fokus Akpol begitupula Eko masih ingin masuk TNI. Semoga diberi kelancaran untuk mereka berdua amin.
Untuk kali ini adalah untuk sahabat perempuanku satu-satunya, namanya "Nadia Safitri". Ya dia adalah teman satu kelas ketika di SMA kelas 10 bareng dengan ilham, rizal, aris dan tsaqif tadi. Ya, dulu dia sangat cengeng dan pendiam. Aku selalu berusaha menemaninya, menghiburnya, dan menjaganya. Kini berbeda dan berbalik 360', orang yg dulu ingin aku jaga, aku lindungi, dan aku temani kini mereka masuk di Keanggotaan Polisi dan TNI. Kini aku cenderung berharap dan berdoa agar mereka selalu terjaga, dan selalu ingat dengan pertemanan kita selama ini walau banyak lika-liku dalam proses pertemanan kita. Kini vivi jauh lebih tegar, tegas dan berwibawa. Aku bangga padanya.
Tak ketinggalan juga "M.Sutrisno" dan "Machrobi Yulianto". Sutris adalah ketua paskib angkatanku dulu 2012. Ya dia adalah teman yang baik, begitupula dengan robi. Robi dan sutris sudah seperti keluarga sendiri. Dengan sutris, aku teringat pas main ke tambaknya. Ngejaring ikan, makan disana dengan telanjang hanya memakai kolor saja. Sangat gila bukan? tapi sangat merindukan. Dengan robi, ketika aku pulang menuju rumah, tentu aku melewati daerah pandaan. Aku sering bermain dengan robi disana, karena sesama hobi karaokean walaupun suara pas-pasan kita sering karaokean disana. Kita juga sering nonton bioskop dipasuruan sekedar menghilangkan stres tugas disekolah. Dan juga main bilyard dengan teman-teman lainnya. Aku juga sangat kenal dengan kedua orang tua dari mereka berdua sutris dan robi. Aku menganggap orang tua mereka seperti orang tuaku, walau berbeda watak aku masih bisa mengerti dan paham. Karena kebetulan, aku sangat sayang kepada orang tuaku maka rasa sayang ini juga aku bawa ketika aku bertemu dengan orang tua dari sahabat-sahabatku tadi bukan hanya sutris dan robi, ilham, rizal, ridlo, aris dan semuanya juga. Kini sutris masuk di "TNI AL" dan robi di "STAN Bea dan Cukai" Kalimantan.
Yang terakhir untuk "Rifqi Dwi R". Ya, dia adalah sahabat baik seperti yang lainnya juga. Aku sering belajar darinya, kebetulan dia adalah teman yg pandai. Aku sering merepotkan dia, ya bukan hanya dia. Aku juga sering merepotkan sahabat-sahabatku yang lainnya juga. Karena aku sangat kekanak-kanakan dan manja sekali. Memalukan bukan? miris. Aku sering bermain denganya karena kebetulan aku dan rifqi satu kelas ketika kelas 12 SMA. Banyak rencana-rencana bermain yg gagal dengannya, entah itu karaokean, ke malang dan lainnya. Tapi aku diam saja, karena memang gabisa mau gimana lagi. Tapi jauh dari situ, dia tetap sahabat sekaligus saudara yang baik sekali. Kini ia melanjutkan di "STEM Akamigas Cepu" Jawa Tengah.

Ya itulah sedikit ulasan dejavu ketika aku pulang kerumah halaman. Kini aku jarang sekali bertemu dengan mereka. Entah status sebuah sahabat itu masih ada atau tidak. Aku juga tak mengerti, mungkin mereka sudah tak memperdulikan persahabatan ini. Karena aku sendiri merasakan itu, kini mulai hambar dengan kesibukan masing-masing. Aku saja dengan rifqi kini seperti lost contact. Jarang sekali untuk berkomunikasi, begitupula dengan ridlo, rizal dan lainnya juga. Memang apalah arti sebuah persahabatan bagi mereka. Mungkin hanya sebatas teman saja kala itu. Aku saja yang berlebihan. Tapi, apapun anggapan mereka. Jauh harapanku, mereka adalah sahabatku, keluargaku, dan saudaraku. Walau aku jarang untuk bertemu kalian, tapi banyak hal yang masih aku ingat baik disini. Terimakasih sahabat-sahabatku, kalian sangat luar biasa mewarnai hari-hariku kala itu, banyak hal yg aku pelajari dan aku dapat dari kalian. Maaf jikalau aku masih belum bisa menjadi sahabat yang baik untuk kalian. Terimakasih banyak sahabat.

"Aku tak ingin memutuskan ikatan yang telah kubuat, dan aku tak ingin orang lain memutuskan ikatan mereka denganku". -Naruto

Sabtu, 20 September 2014

Congratulation Robek



3 September 2014, ya kali ini adalah berkah milik "Machrobi Yulianto" alias Robek. Alhamdulillah, dengan sangat bersyukur dia akhirnya lolos tes tahap terakhir STAN 2014. Dia masuk di D1 Kepabean dan Cukai, ia mendapat kesempatan pendidikan di Balikpapan Kalimantan. Sebelumnya ia sudah diterima di UB jurusan Teknik Mesin, namun dengan segala pertimbangan dan diskusi yang sudah ia lakukan dengan orang tua dan kebetulan ia juga sangat ingin mask kesana. Akhirnya ia pun menjatuhkan pilihannya di STAN tersebut.
Saya sih ngarepnya dia di Malang saja, biar gampang komunikasinya. Biasalah, namanya juga temen. Dia juga temen baikku, sering main kemana-mana. Jadi kalau ditinggal ke Kalimantan kan jadi gabisa main hahahahaha. Tapi apa daya, ramlan ternyata memilih untuk ke Kalimantan.
Tetap semangat ya pendidikannya, jangan bosan-bosan sholat dan berdoa. Aku sebagai teman hanya bisa mendoakan saja brother. See you next time...

Minggu, 24 Agustus 2014

5 Fakta Persahabatan


Untuk sekian kalinya masih tetap merindukan mereka para sahabat. Memang tidak mudah untuk begitu saja melupakan segalanya yang telah kita lewatkan bersama-sama. Rindu selalu menjadi penyakit kronis ketika kita saling berjauh-jauhan. Memang aku ini selalu berlebihan ketika harus menjalin sebuah persahabatan. Aku mendoktrin diriku dengan banyak ungkapan yang sangat menyenangkan ketika kita memiliki seorang sahabat. Ya, persahabatan itu menyenangkan. Ini ga bohong, aku sendiri merasakan. Ketika kita harus berusaha sabar, mengalah, saling menguatkan dan banyak lagi pedewasaan batin kita melalui sebuah persahabatan. Tapi ada kekurangan dalam diriku, ketika aku harus berjarak jauh dengan para sahabat. Aku seperti orang bodoh yang linglung dan kagok. 

5 Fakta sebuah persahabatan. 
Ya kali ini aku akan kasih 5 fakta tentang sebuah persahabatan menurut versiku sendiri. Ini yang aku alami dan aku rasakan sejauh ini.Oke, langsung aja

Fakta pertama, sahabat itu datang bukan pas seneng doang bro. Mereka dateng disaat kita susah. Mereka peka bro

Kedua, mereka itu selalu ngasih kejutan-kejutan yang luar biasa bro. Kejutan bukan berarti harus ada kado. Bukan bro! Tapi mereka tiba-tiba ngajak kita makan bareng dan kalau punya rezeki banyak tiba-tiba bayarin kita. Alhamdulillah

Ketiga, mereka itu berusaha menyenangkan hati kita-kita bro. Ga peduli dia pas lagi sakit, atau apa. Mereka masih tetep pengen hibur kita bro. Makanya, kita juga harus selalu ngehibur mereka bro, sahabat kita.

Keempat, mereka itu sabar, ikhlas, tulus dan apa adanya bro. Ya, mereka itu ibarat malaikat yang tak bersayap yang dikirim oleh Allah untuk kita. Mereka tulus bro berteman dengan kita. Mereka juga menghargai kita, menghormati, dan mengasihi kita bro. So, kita wajib begitu juga dengan mereka bro. Jangan sia-siain mereka.

Dan yang terkahir yang kelima, mereka itu "Keluarga". Mereka keluarga kita bro. Hanya dari sebuah persahabatanlah yang bisa membuat tali persaudaraan meski tanpa ada garis sedarah dan garis turunan tetua kita bro. Mereka saudara kita.

Terimakasih sahabat-sahabatku, kalian sangat berarti untukku. Kalian sangat baik, sabar, dan tulus dalam menjaga persahabatan ini. Banyak hal dan waktu yang aku lewati dengan kalian.
Kalian keluarga kedua terbaik dan luar biasaku.

Minggu, 17 Agustus 2014

Star's Gifts

Kado, ya sebagian orang pasti pernah mendengarnya dan bahkan pernah mendapatkannya. Kalau semasa kecil, mungkin kado itu terasa sangat lumrah dan biasa saja. Namun, ketika sudah puber mungkin yang namanya kado adalah hal spesial karena sebagian banyak orang mengalaminya.
Semasa puber, kado akan menjadi sangat spesial ketika kita dapat dari mereka seseorang yang spesial juga. Spesial bukan harus dari seorang pacar, spesial itu banyak maknanya. Bisa dari orang tua dan juga sahabat loh. Begitu juga yang aku alami, aku memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik. Mereka seperti keluargaku, mereka sudah seperti saudaraku sendiri. Aku sangat menghargai dan menghormati mereka. Walau aku lebih tua dari sebagian sahabatku, tapi aku yang paling manja dan kekanak-kanakan. Ya, sangat menggelikan sekali sepertinya. Tapi memang ini aku, ini aku dan adanya diriku. Malu? kadang aku malu, tapi mau gimana lagi, Aku juga berusaha, dan mungkin kali ini masih tahapan dan prosesnya.
Mereka sahabat-sahabatku sudah seperti sumber energiku, ketika aku bosan, ketika aku memiliki masalah, ketika aku bingung, dan mereka datang itu sudah seperti sumber mata air yang tiba-tiba muncul ditengah gurun. Sahabatku, terimakasih atas pertemanan kita selama ini.
Berikut kado luar biasa yang aku dapat dan yang aku beri untuk sahabat-sahabatku. Meskipun yang aku beri tidak sebegitu berharga, namun itulah yang bisa aku beri. Maaf ya sahabat...



Biru dan Merah yang Mengesankan


Sangat banyak hal dan banyak waktu yang aku lewatkan bersama mereka. Tentu saja menjadi suatu kenangan untuk diriku sendiri. Kami bersama tertawa, menghabiskan banyak waktu bersama karena kebetulan kami ada dalam satu organisasi. Organisasi inilah yang mengawali kebersamaan diantara kami. Tangisan, juga pernah kami rasakan ketika salah satu dari kami memiliki masalah. Karena di organisasi kami, masalah yang terjadi diruang lingkup organisasi kami harus segera terselesaikan dengan tujuan agar tidak mengakar dan menggerogoti individu-individu lainnya.

Sebut saja kami adalah elang muda. Kami baru saja naik tingkat untuk mengemban suatu misi yang tentu saja untuk mewujudkan visi organisasi kami. Kami memulai debut pertama kami sebagai elang muda dengan ikut serta dalam suatu perlombaan baris berbaris. Kami dibagi menjadi 2 tim dengan baju tim merah dan biru. Dan kebetulan aku masuk di tim merah. Kami berlatih selama 1 bulan lebih sebelum perlombaan. Berlatih dipanas-panasan sepulang sekolah, berlatih sabar, berlatih kebersamaan, keserasian, dan banyak lainnya. Kami menjalani latihan kami dengan semangat dan bertekad kuat, karena kami ingin menunjukkan kapasitas kami sebagai pengemban tongkat estafet dari senior kami. Kami sangat ingin membawa nama organisasi kami untuk lebih menggaung lagi dikancah provinsi. Kami ingin menunjukkan bahwa organisasi kami ini memang perlu untuk dibina, ditingkatkan dan didukung.

Hari demi hari kami berlatih, panas dan panas itu sudah menjadi kebiasaan kami. Tak ada yang mengeluh baik itu perempuan. Kami saling menyemangati dan saling mendukung. Ketika kami lelah, kami capek, kami lesu, saat itulah kami harus memeranginya. Dengan apa? dengan mengingat apa tujuan awal kami latihan berat seperti ini. "JUARA!" itulah yang ada dibenak kami. Kamipun memulai latihan dengan semangat kembali. Disela-sela selesai latihan kami juga berkumpul untuk mempersiapkan perlengkapan yang akan kami kenakan nantinya ketika perlombaan. Itu kami lakukan hingga mendekati hari perlombaan. Beruntung aku memiliki teman-teman organisasi yang sangat baik, sehingga kami mengerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas dan sangat menyenangkan. Kami tidur bersama, pulang hingga larut malam, gosok sepatu, makan seadanya, dan banyak hal lainnya yang sangat berkesan. Terimakasih teman-temanku, aku sangat merindukanmu. Biru dan merah ini sangat berkenang sekali dalam hidupku.

















Terimakasih teman-temanku. Kalian adalah teman-teman yang baik yang aku miliki, kalian adalah partner hebat dalam organisasi selama ini. Aku masih ingat betul kebersamaan kita, ketika kita masih jadi junior, kita berlatih diekstra tiap jumat, kita mengikuti diklat dan tidur bareng, melakukan tes tengah malam, renungan, nangis, dan banyak hal lagi. Aku sangat merindukan masa-masa itu teman. Jika kelak nanti kalian sukses, jangan pernah melupakan semua yang pernah kita lalui bersama semasa sekolah dulu, semasa dalam organisasi kita dulu. Semoga kita selalu bisa menjaga tali persaudaraan ini teman. Terimakasih atas segala kenangan yang indah ini.

Arti Sahabat

Arti sahabat

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau suburkan dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian. Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak berusaha mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yg telah dicari. Supaya engkau memperoleh sahabat, jadikan dirimu sendiri lebih dulu sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang lain.
Ungkapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang. Sahabat yang baik adalah orang yang berkata benar, dan bukannya orang yang hanya membenarkan kata-kata.
Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan dukungan. walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menguntungkan. Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri “. Kesunyian bukanlah sekutu derita,melainkan sahabat ketinggian jiwa. Ilmu dan kepandaian itu adalah sahabat yang paling setia dalam hidup sampai kepada penghabisan umur.
Persahabatan yang sejati akan membawa kepada kerinduan yang abadi
Perang yang rugi ialah orang yang tidak memperoleh sahabat…dan yang paling rugi ialah yang ditinggalkan oleh sahabat.
Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari pada percintaan. Tanpa persahabatan, percintaan akan berakhir Tetapi tanpa percintaan, sahabat boleh kekal Oleh itu, hargailah persahabatan yang terjalin Kerana sahabat mewakili suatu kekuatan.
Sahabat yang paling baik adalah diri kita sendiri yang tahu menilai setiap apa yang kita lakukan.
Hadiah yang beharga dalam arti kata sahabat yang sebenarnya Adalah memberi yang terbaik dari diri anda sendiri.
Bergaullah dengan manusia sebaiknya Sehingga kalau kamu mati mereka tangisi Dan kalau hidup mereka selalu merindukan kamu
Yang indah itu pertemuan, Yang manis itu kemesraan, Yang pahit itu perpisahan, Yang tinggal hanyalah kenangan
SAHABAT MENANGIS! Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu,
tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.
tetap sayangilah sahabat-sahabat sejatimu…..
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, “Aku lupa”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, “Tunggu sebentar”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, “Tinggalkan aku sendiri”
nilai suatu persahabatan sebenarnya dilihat dari ketulusan hati dari kesediaan mau berkorban untuk sahabatnya..

Sumber :

Message for My Second Fam's

"Ketika aku berduka, kau selalu ada membalut lukaku."

"Disaat kubutuh teman yang mengertiku, bahagiakanku."

"Tlah banyak cerita yang kita lalui, menangis bersama dan tertawa."

"Jarak antara kita, tak lagi bermakna."

"Engkau sahabatku selamanya."


Banyak hal yang aku lewati dengan mereka. Bermain, bercanda, dan melakukan banyak hal lainnya bersama-sama. Saling membantu ketika ada kesulitan, saling memahami, saling toleransi, saling menghargai, dan banyak lainnya. 
Aku tak pernah menyesal bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian. Kalian sangat baik terhadapku, ya mungkin aku paling kekanak-kanakan diantara kalian, paling manja, dan sangat sering merepotkan kalian. 
3 tahun mengenal kalian di jenjang sekolah kemarin, sangat berkesan sekali. Kalian seperti saudara dan keluargaku sendiri. Ya walau kadang ada salah paham dan masalah. Aku menyesal telah banyak membuat kesalahan kepada kalian semua. Menyesal juga sering merepotkan dan maaf sekali atas sifat kekanak-kanakanku selama ini.
Ya, akhir-akhir ini sudah mulai jarang sekali ada kabar dari kalain. Memang asing, karena sewaktu sekolah kemarin meskipun tidak ada kabar kita masih bisa bertemu disekolah dan dikelas. Kalaupun ga ketemu, paling sakit, atau ada acara keluarga. Tapi sekarang beda lagi, kita sudah lulus dan tidak bertemu secara intens. Kita juga memiliki kesibukan masing-masing. Mungkin diantara kita masih bisa bertemu walau tidak akan sesering ketika kita sekolah dulu. Sekarang sudah jauh-jauh sekolahnya, rifqi di jawa tengah, ridlo 4 tahun di semarang, sutris pendidikan TNI AL, rizal juga pendidikan brigadir Polisi, Aris di Unesa Surabaya, Tsaqif pun di Unesa Surabaya, Eko sibuk nyari kerja, Robi masuk di UB Malang tapi masih pingin ke Stan. La kalau masuk Stan, robi ya ke jakarta sana. Tinggal aku sama ilham, satu kampus tapi beda jurusan pasti lama-lama juga jarang ketemu karena beda kesibukkan.
Sangat Menyedihkan dan sangat aneh buat ane gan. Tapi memang sudah waktunya seperti ini, akunya saja yang masih kekanak-kanakan jadi pas dihadapkan kenyataan kek gini akunya belum siap. 
Ya kalian adalah teman, sahabat sekaligus keluarga. Semoga kalian ingat selalu, dan senantiasa mengabariku kawan. Aku tak meminta apapun yang sifatnya luarbiasa dari kalian kawan, aku hanya berharap ketika kalian membaca tulisanku ini. Kalian bersedia mengabariku, ya cukup itu saja. Karena aku sangat rindu kebersamaan dan kebodohan kita selama ini.
Terimakasih banyak sahabatku, maaf atas segala kesalahanku selama ini. Jangan pernah sombong dan angkuh, karena akan banyak teman yang akan tersaikiti. 

"Ungkapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang. Sahabat yang baik adalah orang yang berkata benar, dan bukannya orang yang hanya membenarkan kata-kata."

Achmad Syariful Rizal

Rifqi Dwi Ramadhani

Mohammad Ilham Dwi Putranto



Moh. Tsaqif Ardhani Kurniawan

Kharisma Adi Basyori

Ridlo Muzayyin Sih Basuki

M. Sutrisno

Eko Arif Muhyiddin

Muizzul Haq Billah

Machrobi Yulianto

Nadia Safitri


Terimakasih sahabatku, akankah kita akan bersahabat selalu?