Little World

Little World

Rabu, 23 Juli 2014

"Cerita Ujian Nasional 2014 ku"

Ya ini cerita pengalaman saya semasa baru lulus dari jenjang sekolah menengah atas kemarin Sabtu, 31 Juli 2014. Tahun dimana sangat sulit untuk saya hadapi dan tahun dimana saya harus jatuh bangun merasakan kerasnya perjalanan menuju apa yang orang sebut impian. Saya memang bukan siswa dengan kecerdasan superior ataupun dengan kemampuan akademik yang sangat mumpuni, saya juga bukan seorang bintang kelas atau pendapat prestasi akademik yang sangat super. Dari kenyataan-kenyataan itulah penyakit ragu dan takut mulai menjangkit didalam hati.
Ujian Nasional Tahun 2014, ini adalah waktu akhir dimana kita harus habis-habisan disini. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan hasil bagus untuk type orang seperti saya ini. Kami disekolah dipaksa untuk menghabiskan beberapa bab dengan kecepatan giga bytes. Siapa yang tidak panik? mungkin sebagian pihak akan sangat menikmatinya namun bagi siswa seperti saya ini apa yang saya bisa lakukan. Saya mati-matian untuk membaca materi bab per bab, saya juga mengikuti bimbingan, saya juga belajar bersama teman, bertukar pikiran dan kadang menginap dirumah teman untuk belajar menghadapi UN 2014.
Materi yang akan diujikan adalah materi kelas X, XI, dan XII dengan bobot soal berbeda-beda. Saya dengan kemampuan saya yang seperti ini masih harus berlari-larian mengejar teman-teman yang sudah jauh meninggalkan saya rasa-rasanya. Saya harus bekerja ekstra dan lebih ngotot lagi untuk memahami berbagai materi per babnya. Saya mengakui saya lemah di Matematika, Fisika dan Kimia. Ini menurut saya adalah nilai mati, sebab saya sendiri di sekolah menangah atas memasuki jurusan IPA namun kekurangan dan kelemahan saya ada di bidang-bidang IPA tentu saja ini membuat saya ketar-ketir.
Betapa bingungnya seorang siswa seperti saya dalam kondisi seperti saat itu. Mungkin ini salah saya sendiri karena saya kalah start, dan 2 tahun sebelumnya saya juga masih kurang maksimal dalam pembelajaran. Sehingga ketika saya naik dikelas XII ini saya merasa beban yang sangat berat harus saya pikul dan sesegara harus dilempar sejauh-jauhnya. Sebab periode belajar aktif disekolah saya tidak genap 1 tahun, ada beberapa bulan dimana kita harus libur, belum lagi tanggal merah dan acara sekolah. Saya lebih sering menghabiskan waktu dirumah teman saya dibandingkan dirumah sendiri. Saya sampai sering bermalam dirumah teman, tak tanggung-tanggung saya kadang 2 hari berturut-turut harus bermalam dirumah teman baikku. Beruntung orang tua temanku tersebut sangat supel, sehingga sayapun tidak canggung-canggung disana. Saya bersyukur sekali memiliki teman-teman yang sangat pluralisme, tidak ada yang membeda-bedakan. 
Disekolah saya, kebersamaa dan kekeluargaan antar siswa sangat dijunjung tinggi jadi kita tidak perlu takut untuk berteman karena kami sudah dilatih dan dibentuk menjadi siswa yang selalu menghargai siswa lainnya. Saya bertemu dengan teman-teman yang selalu mensupport saya, memberi arahan terhadap saya dan juga mendoakan saya. Saya sangat merasa malu sekali karena sering merepotkan teman-teman saya. Banyak waktu mereka yang saya ambil hanya untuk membelajari saya dirumahnya, kadang juga ditempat nongkrong. Bukan untuk nongkrong yang jelas, kami disana memang belajar. Orang disana semua pada asik seru-seruan, minum kopi, ngobrol sedangkan saya belajar dengan buku tebal di tempat tongkrongan. Malu? iya malu, tapi saya memang anaknya masa bodoh aja. Saya tidak merasa terganggu, saya fine-fine saja selagi memang masih kondusif keadaannya.
Materi matematika memang materi yang sangat butuh kesabaran, ketelitian, fokus dan niat. Dalam masa pembelajaran bersama guru, saya masih bisa mengikuti. Saya juga bisa mengerjakan walau kadang masih bertanya sama teman. Tapi anehnya, ketika ulangan gak tau kena virus atau penyakit apa sehingga materi-materi yang awalnya tadi saya sudah bisa jadi blank dan gatau harus nulis apa di kertas ulangan. Itu terjadi pada pelajaran fisika dan kimiaku juga.
Beberapa bulan terlewatkan, sekitar tanggal 14 april 2014 semua sekolah di Indonesia melaksanakan Ujian Nasioanl (UN). Hari pertama adalah Bahasa Indonesia dan Biologi. Oke kali ini jam pertama adalah Bahasa Indonesia terlebih dahulu. Aku memiliki strategi untuk mencuri nilai di mata pelajaran Biologi, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia ini. Aku harus mendapat hasil yang terbaik di mata pelajaran ini karena memang mata pelajaran ini andalanku. Aku mengerjakan soal Bahasa Indonesia dengan impresive dan fokus. Soalnya sangat panjang-panjang dan jawabannya pun tak kalah membingungkan. Harus teliti dan berhati-hati sekali dalam pengerjaan Bahasa Indonesia yang katanya sebagian orang mata pelajaran yang mudah ini.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia ini sama seperti type mata pelajaran IPA lainnya. Gak kalah sulit dan gak kalah bikin stres. Jadi jangan pernah meremehkan mata pelajaran ini.
Oke waktu pengerjaan sudah selesai. Istirahat 15 menit, dan aku pergunakan untuk sholat dhuha bersama teman-teman yang lainnya. Jam kedua sudah dimulai, kini waktunya mata pelajaran Biologi. Mata pelajaran ini menuntut kita harus paham betul dengan segala aspek yang kita pelajari selama ini, paham mengenai bagian-bagian tanaman dan hewan dari manfaat, fungsi dan tujuannya, terus perkembangan DNA, dan semacamnya lah. Sama seperti Bahasa Indonesia tadi, dalam pengerjaan soal Biologi aku jg impresive dan fokus. Aku kerjakan satu-satu walau ada beberapa soal yang sangat rumit karena memang beda dari SKL yang diberikan sekolah. Aku sempat frustasi dengan soal yang berbeda tersebut, jadi aku main ngasal aja jawabnya semoga aja benar dalam hati.
Hari kedua, masuk pukul 7.30 namun harus datang 30 menit sebelum waktu yang ditentukan. Mata pelajaraan yang diujikan hari ini adalah Matematika dan Kimia. Mendengar namanya saja aku sudah pesimis. Gak tau kenapa, seperti energi alam sendiri aja yang membuat pesimis. Padahal sebelum berangkat tadi sudah mendoktrin dipikiran harus semangat dan gak boleh kalah dulu sebelum perang. Sesampainya disekolah, dan masuk kelas semua itu ciut sekali, ternyata mentalku sudah anjlok. Jam pertama dimulai dengan Matematika yang pertama. Oke saya sangat menikmati dinomor awal-awal hingga pertengahan, alhamdulillah masih bisa mengikuti. Namun alhasil dinomor pertengahan hingga akhir aku harus berjibaku dengan kepanikan, keringat dan kebingungan. Entah apa yang harus aku lakukan, aku berpasrah saja. Bel istirahat berbunyi dan aku masih masih melakukan habbit seperti jam istirahat dihari pertama. Jam kedua dimulai maka Kimia pun siap dihajar. Dalam penghajarannya, ternyata kimia malah balik menghajar saya. Sedih sekali, aku frustasi dan stres dengan soal ini. Ada juga yang tidak ada jawabannya, apa yang harus aku lakukan? Oh tuhan Allah SWT, aku sangat bingung sekali. Aku semakin pasrah saja dengan kimiaku ini.
Ke esokan harinya, sudah ditunggu oleh Bahasa Inggris dan Fisika. Aku percaya diri dengan Bahasa Inggrisku, aku mengerjakan dengan semangat dan ingin mndikte serta menghajar ini mapel. 15 nomor dikerjakan dengan listening terlebih dahulu, oke aku harus fokus. Setelah itu nomor selanjutnya reading. Bacaan-bacaannya juga ada yang sulit ada yang mudah. Yang jelas aku harus bisa dimapel ini. Alhamdulillah lancar jaya dimapel ini. Jam istirahat berbunyi, aku tetap seperti hari pertama dan kedua dengan kebiasaanku. Setelahnya, aku sudah harus bersiap berjibaku dengan monster oembuat tidur yakni Fisika. Oke, virus mengantuk mulai menjangkit semua teman kelasku termasuk aku. Aku pasrah saja dimapel ini, yang aku bisa ya aku kerjakan. Uda itu strategiku untuk fisika ini, sungguh sangat rumit dengan rumus-rumusnya yang luar biasa.
Banyak hikmah yang aku ambil dari sini, dan banyak pula yang harus aku pelajari dari kesalahanku. Ini rincian yang harus aku garis bawahi dan harus aku benahi .lagi,
  1. Dilarang meremehkan mata pelajaran apapun dan siapapun gurunya.
  2. Niat dan selalu kerja keras serta fokus disemua mata pelajaran.
  3. Kalau sudah tahu apa nanti finishnya, seperti apa, tujuan sekolahnya,maka sudah harus bersiap-siap dari awal. Jangan kalah start atau bersantai-santai ria.
  4. Harus lebih berkomitmen lagi. Jangan mau menyesal diakhirnya.
  5. Jangan lupa ikuti bimbingan belajar yang menurutmu sangat mendukung dan mengasah kemampuanmu.
  6. Jangan malu bertanya, dan terus jalin kebersamaan dengan teman-temanmu karena itu penting untuk bertukar pikiran sesamanya
Oke, itu saja sebagian kecil yang harus persiapkan sedari awal kalian masuk di jenjang SMA. Jangan bersantai-santai ria, karena nantinya difinish kalian akan merasakan hal yang sama seperti saya. Saya share ini sebab saya tidak ingin kalian merasakan kebingungan dan mungkin akan merasa gagal sebagai siswa dan anak. Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat...
Posting Komentar