Little World

Little World

Rabu, 23 Juli 2014

"Ekstra Kecilku, Kenangan Besarku"

"Paskibra SMAN 1 Bangil"


***
Sebuah organisasi ekstrakulikuler disekolah kebanggaanku, SMA Negeri 1 Bangil tepatnya di Jalan Bader Nomor 3 Kalirejo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Sekolah menurutku sangat istimewa ini dan sangat nyaman dimana dibangun dikota yang asri dan dikelilingi dengan warga sekitar yang memasyarakat. Dengan guru-guru yang sangat baik dan tanpa ada kesenjangan beliau-beliau sangat membaur dengan kami para murid sehingga para murid sangat nyaman. Banyak hal yang menyenangkan yang aku dapat, mulai dari pengalaman, kenangan dan kebanggaan.
Ekstrakulikuler Paskibra adalah salah satu ekstra yang ada di sekolahku. Ekstrakulikuler ini entah tahun berapa dan siapa saja yang sudah bekerja keras membangun hingga sampai sekarang ini menurutku ekstra yang sangat berkesan dan berdampak besar bagi mereka yang berkecimpung didalamnya. Aku dan teman-teman seangkatanku adalah salah satunya yang merasakan itu.
Aku akan bercerita panjang tentang awal aku masuk diekstra ini, awal aku bertemu dengan teman-teman satu ekstra, mengikuti lomba-lomba baris berbaris hingga kami bertahan dan memutuskan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ekstrakulikuler ini. 
Aku WELLY IGUSTI LEO YULIO, ya itu nama kepanjangan dan kebanggaanku. Saat itu aku adalah siswa baru di SMA Negeri 1 Bangil ini. Aku masih harus menjalani pra mos, mos dan sebagainya. Aku masuk dikelas X-E yang sangat menyenangkan dan penuh dengan kenangan. Aku bersyukur masuk dikelas itu (red: X-E). Aku bertemu dengan teman-teman baru dengan berbagai macam watak, karakter dan kepribadian. Ya maklum mungkin masih awal sehingga suasana kelas sangat tidak kondusif dan cenderung sangat tidak nyaman. Namun bagiku nantinya juga akan netral dan mungkin akan sangat menyenangkan seiring berjalannya waktu dan kenyataannya memang iya. Kelas ini sangat membuatku berkesan dengan jutaan kenangan. Membuatku kadang rindu sekali dengan suasananya.
Saat itu pemilihan ekstrakulikuler disekolah. Para kakak-kakak kelas dengan ekstra yang didetenginya saling mempromosikan ekstranya. Dengan bermodal kelebihan tiap ekstra dan berbagai macam pengalamannya juga kadang gengsinya kita serasa didoktrin ditiap promosi yang dilakukan kakak kelas. Namun kita harus jeli dalam memilih dan tentu saja melihat mana yang pas dengan kita. Aku awalnya memilih ekstrakulikuler paskib dan robotik. Banyak alasan kenapa aku memilih ekstra ini dan menjatuhkan minatku diekstra ini. Ilham, Aris, Fajar, dan aku memilih ekstra robotik, aku juga masuk di ekstra paskib bersama Rizal, Nadia, Tsaqif. Berjalannya waktu, aku memutuskan untuk mundur dari ekstra robotik dan fokus dengan ekstra paskibku. Ya kali ini aku hanya mengikuti ekstra paskib disekolahku bersama teman-temanku satu kelas tadi (red : Rizal, Nadia, dan Tsaqif). 


"Pembukaan Diklat Ekstrakulikuler oleh Pihak SMA Negeri 1 Bangil"


Pembukaan hari sabtu entah tanggal berapa bulan apa *hahahahha*. Kami tiap ekstra memiliki tradisi masing-masing. Kami seperti ikut mos lagi, dan ini seperti lebih parah apalagi diekstra paskib kami. Kami dibariskan dilapangan sekitar pukul 15.30an. Kami memngikuti prosesi pembukaan ini dan akhirnya Bapak Choi selaku Waka Kesiswaan pada waktu itu secara resmi membuka diklat ekstra ini. Bagi yang memilih mengikuti ekstra paskib, kami diberi banyak list apa saja yang harus dibawa, kewajiban, PR, dan peraturan. Yang aku ingat aku disuruh membawa kardus minimal 4, botol akua minimal 4, kresek ukuran besar, serbet, sendal, alat tulis, baju ganti, makan malam, kami juga disuruh mengahafal lagu dengan beberapa lirik dirubah, dikasih peraturan yang intinya junior itu selalu salah dan senior selalu benar.
Sekkitar 90an lebih anak memilih mengikut ekstra paskib. Menyenangkan sekali, karena disamping banyak yang ikut serta akupun banyak mendapat teman baru salah satunya Rifqi. Rifqi adalah teman dari paskib yang sampai saat ini kami masih sangat dekat dan berhubungan baik. Tentu saja aku tak sendirian, aku yang saat itu masih lengket dengan sahabat baikku (red : Rizal) kami selalu apa-apa bareng-bareng. Pokoknya berkesan sekali. Aku gabisa ceritain ini sampai habis, soalnya makan waktu luama. Pokoknya dikira-kira sendiri ya. Betapa senang, unik, mengesalkan, dan banyak kejutan juga. Ah pokoknya gereget.


"Hari Pertama Ekstra"


Oke, hari ini hari jumat entah tanggal berapa dan bulan apa saya lupa. Ekstra paskib disekolahku memang mendapat jadwal hari jumat seusai sholat jumat. Jadi setelah kami para laki-laki menunaikan sholat jumat kami harus kembali lagi kesekolah. Aku bersama teman-teman lain mengikuti ekstra  paskib ini. Tahap awal masih perkenalan dan basa-basi saja. Kita berkenalan, maju satu-satu kedepan memperkenalkan diri mulai dari nama, kelas, dan kalau gak salah itu alasan memilih ekstra ini. Ya mulai dari awal saja para senior paskib kami sangat impresive sekali. Tegas dan mungkin sebagian dari kami yang mengikuti ekstra ini akan sakit hati bahkan benci padahal menjalani ekstranya pun masih belum intensif. Para senior yang digawangi oleh Bang Sandy sudah memperlihatkan seberapa keras nantinya kami akan dapatkan diekstra ini. Ya sangat menakutkan sekali pada waktu itu.
Waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB waktu dimana kami harus menyelesaikan ekstra ini dan bergegas pulang. Masih belum ada satupun yang aku kenal dekat atau mendekatiku ingin berkenalan. Kami masih canggung dan masih jaga image mungkin. 


"Hari Kedua Ekstra"


Masih sama dengan yang pertama, entah tanggal berapa dan bulan apa yang pasti itu hari jumat. Kami memasuki latihan-latihan yang sudah diprogram diekstra kami ini. Kami belajar memasuki ruangan, duduk siap, duduk istirahat dan lagi-lagi masih perkenalan. Sangat dasar sekali, namun masih ada sebagian anak yang harus mengulanginya lagi. Mungkin bagi kalian yang membaca ini, sangat sepele sekali atau mungkin dibenak kalian sudah bertanya "Ngapain sih pake ginian? padahal cuma masuk ruangan. Bisa langsung masuk kan enak ngapain sulit-sulit antre hanya buat masuk ruangan. Ngapain harus hormat dulu ke Bendera Merah Putih atau senior?" Ya, itu juga pernah saya alami. Namun saya menemukan alasannya. Paskib itu mengajarkan kami tentang kerapihan, kedisiplinan, keteraturan, kebersamaan, kekeluargaan, kesigapan, tanggung jawab, prioritas, dan banyak hal lagi yang menyangkut kepribadian. Jadi kami para siswa yang mengininkan peningkatan kualitas dan kuantitas dalam diri, kita harus berkomitmen dari awal. Kita harus menjalani apa yang diajarkan oleh senior dengan ikhlas. Nantinya juga kita akan merasakan manfaatnya. 


"Hari Ketiga dan Selanjutnya"


Ya latihan dasar sudah. Kamipun memulai dengan baris berbaris sederhana. Kami hanya diajarkan lencang kanan, lencang depan, posisi siap, posisi istirahat. Dibawah terik matahari, kami berbaris ditengah lapangan sekolah hanya dengan seragam pramuka lengkap, bersepatu hitam dan bertopi saja. Banyak dari kami mundur karena tertekan. Betapa tidak, kita harus mejalani hal ini selama berbulan-bulan selama kita mengikuti ekstra ini. Mereka yang tidak kuat mental satu persatu mengundurkan diri. Dan hanya beberapa anak saja masih stay cool dan stuck di ekstra ini.
Berbulan-bulan kami sebagai junior, kebanyakan dari kami sudah berkulit hitam *hahahahahah*. Kami sudah kenyang, dibentak-bentak, di ini ituin, segala macam. Tapi anehnya kenapa kami masih saja bertahan. Menyebalkan bukan.

Dari yang putih sekali, sampe berubah jadi coklat. Yang coklat jadi sedikit hitam, mungkin yang hitam berubah kebiru-biruan kali ya *hahahahaha*. Kalau dibayangin mungkin "Ah, apa ga bosan tuh selama setahun cuma baris-baris doang? cuma dibentak-bentak doang? ga cape? ga bosan?" Tapi kenyataannya enggak tuh. Apa aja kalau dilandasi dengan komitmen, ikhlas, dan niat bersungguh-sungguh insyaallah kita jauh dari hal begituan. 
Entah bulan apa dan tanggal berapa, kami diseleksi untuk mengikuti lomba. Lomba ini dibuduran daerah sidoarjo. Lomba baris berbaris kreasi dan variasi ini adalah lomba pertama tingkat propinsi yang berhasil kami juarai. Waktu itu ekstra kami hanya mengirimkan 2 pleton saja putra dan putri dengan 1 pleton terdiri dari 15 anggota dan 1 danton. Kebanyakan yang mengikuti lomba ini adalah para senior kami hanya beberapa saja kursi kosong yang akan kami perebutkan para junior. Aku dan teman-teman diseleksi ketat, yang berhasil masuk adalah Sutris, Ifan, Yusuf, Toni, Rifqi, Rizal dan Aku sendiri. Betapa tidak, aku sangat senang sekali. Ini lomba pertamaku, aku sangat antusisa dan berambisi. Aku dan teman-teman berlatih satu bulan lebih, sampai kulit kami coklat sekali. Dari sepulang sekolah sampai pukul 17.00 kami selesai latihan. Itu kami lakukan hingga H-2 lomba diadakan. Dengan kreasi, variasi baris yang sederhana, kami siap bertempur. H-2 lomba, kami diwajibkan menginap disekolah bersama-sama dengan kakak-kakak senior paskib putra yang lain. Untuk kakak-kakak senior putri, mereka menginap disalah satu rumah dari mereka sekitar sekolah. Kami anak tidur diruang paskib yang sempit dan sesak. Namun ada beberapa kakak kelas yang memutuskan untuk tidur dirumah karena alasan orang tua yang tidak memperbolehkan tidur disekolah. Tapi secara mayoritas, kami memutuskan untuk tidur disekolah demi kebersamaan dan saling menghargai. Kami berangkat pagi sekitar pukul 05.00an, sampai disana sekitar pukul 06.30an. Kami disambut dengan baik, selanjutnya kami melakukan pengecekan barang.
Oke, diskip saja ceritanya. Kami berhasil mendapatkan juara 1 mula untuk tim putra dan juara 2 utama untuk tim putri. Kami sangat senang dan bangga dengan pencapaian ini, kami bersyukur sekali. Sebagian dari kami menangis mendengar hasil ini, kenapa begitu? bagaimana tidak, sebelum kami mengetahui hasil itu. Kami dikerjai terlebih dahulu oleh para pelatih kami. Kami dimarah-marahi dan didownkan mental kami. Kami semua berada diruangan tertutup. Para pelatih mengucapkan kekecewaannya pada kami semua, kami sempat terdiam dan lesu sekali. Begitu kaget dan terkejutnya, ternyata semua itu hanya tipuan *hahahahahaha*

-Oke, diskip lagi ya!-
Setelah lomba tersebut, kami dari ekstrakulikuler paskib mengadakan lomba baris berbaris kreasi variasi tingkat Jawa Timur disekolah kami (red: SMA Negeri 1 Bangil) tahun 2012. Kami sebagai junior hanya sebagai anggota saja di lomba itu. Kami tidak mengurusi bagian yang penting dan intim dilomba tersebut. Hanya kakak-kakak senior, para pelatih dan pembina saja yang ambil bagian di poin krusialnya.Kami yang junior hanya mengurusi apa yang ditugaskan para senior kami. Lomba pertama tingkat Jawa Timur yang digelar oleh ekstra kami, masih begitu kurang mendapat tempat bagi sekolah didaerah luar sana. Kurang lebih hanya 19 peserta yang ambil bagian dalam lomba kami. Dengan SMK P Indobaruna yang keluar sebagai juaranya. 
Berjalannya waktu, kami kembali lagi menjalani rutinitas ekstra kami. Berpanas-panasan lagi bersama teman-teman yang lainnya. Dengan bermodalkan juara dilomba pertama kami, kami dipercayakan untuk mengikuti lomba di salah satu sekolah tinggi daerah Surabaya. Kami mengirimkan satu pleton saja dengan Darma sebagai dantonnya. Rizal ambil bagian disana, Rifqi pun juga sedangakan aku tidak. 
Kami berhasil mendapat juara 1 madya disana. Alahamdulillah sekali kami bisa memberikan prestasi ini.


"Babak Kepemimpinan Baru"


Kami sudah mengikuti ekstra kurang lebih satu tahun dengan banyak pengalaman dan hal baru. Dan kini waktunya kami menggantikan kepemimpinan lama. Kini kami memasuki tahun baru dimana kami sudah kelas XI dan bersiap meneruskan tongkat estafet kepemimpinan lama. Sebelum itu, kami juga melakukan tes siapa yang berhak dicalonkan sebagai ketua dipaskib angkatan kami. Dan kami harus menjalani pra diklat serta diklat kepelatihan terlebih dahulu. Kami menjalani pra diklat selama 3 hari dengan rincian 2 hari materi ruangan, dan 1 hari lapangan. Dari 90an lebih anak kini tersisa kurang lebih 36 anak yang masih bertahan. Hingga pada akhirnya, kami harus menjalani diklat pelatih. Diklat dilakukan selama 2 hari, disekolah. Tentu saja kami sudah memiliki opini bahwa diklat ini akan sangat berat.
Dan memang terbukti, diklat kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini, aku bertemu dengan Ridlo. Dia sangat baik dengan saya, kita satu ekstra selama satu tahun namun baru kenal dekat baru-baru itu. Dia tinggal didaerah Patuk-Pasuruan namun kesehariannya dia tinggal di Pondok Pesantren daerah Bangil. Aku senang mengenalnya, kita saling bertukar pikiran. Aku juga sering dibantu olehnya. 
Diklat dimulai, kami harus melaksanakan upacara terlebih dahulu. Seperti biasanya, kami harus membawa barang-barang khusus seperti apa yang diinstruksikan senior kami. Setelah pembukaan selesai, kami baris berbaris terlebih dahulu dan diabsen. Sesusah itu kami digiring menuju ruang kelas yang telah disiapkan untuk kami tidur. Kami harus membersihkan ruangan, menata meja dan kursi, merentangkan karpet sampai ruangan terasa nyaman bagi kami nantinya. Dikomandoi Sutris yang sangat sigap soal hal-hal seperti itu, kami semua bekerja. Setelah selesai semua, senior kami memasuki masing-masing ruangan (red : ruang putra dan ruang putri). Para senior mengcek barang-barang yang sudah diinstruksikan sebelumnya. Beberapa anak harus mendapatkan sanksi karena tidak membawa barang seperti yang diinstruksikan salah satunya aku sendiri *hahahahahha*.
Dengan berbagai macam kegiatan, dan waktu yang semakin malam kami dipersilahkan untuk tidur. Kamipun tidur, sebelum akhirnya kam harus dibangunkan pukul 00.00 tengah malam dalam keadaan sangat mengantuk kami digiring menuju lapangan. Kami harus berlari-larian menuju lapangan dengan hanya memakai boxer dan pakaian seadanya. Sesampainya disana, kami disuruh balik lagi dan sudah harus memakai pakaian hitam, trining hitam dan kaki kanan bersepatu sedangkan kaki kiri memakai sendal. Kami dimarah-marahi habis-habisan disana. Gelap sekali, kita juga dalam keadaan mengantuk. Kita mencuri curi kesempatan untuk menutup mata, sampai pada akhirnya kaka senior kami mengetahuinya dan langsung mengagetkannya dengans suara keras dan senter yang menyala terang dihadapakan diwajah kami *hahahahahahah*.

Kami dikerjai habis-habisan. Tapi menyenangkan sekali!

-Skip lagi ya!-
Keesokan harinya setelah bersenam pagi dan fun games. Kami melakukan kegiatan selanjutnya yakni jelajah medan. Kami disuruh berjalan memutari daerah yang sudah ditentukan senior kami. Jauh sekali gan *wahahahahaha*. Sampai selesai, kemudian kami mandi dan melaksanakan upacara penutupan sekaligus peresmian kami sebagai pelatih untuk junior kami selanjutnya. Kami sudah tidak menjalani ekstra sebagai junior lagi, kini kami menjadi senior bagi junior kami nantinya. Dengan baju pelatih yang kami dapatkan, kami berkomitmen membuat ekstra paskib sekolah kami semakin berjaya lagi. Pemilihan ketua dilaksanakan, dengan hasil akhir Sutris menjadi ketua bagi Paskib SMANBA angkatan kami.
Kamipun diberi kesempatan lagi untuk mengikuti lomba dibuduran. Kami mengirimkan 2 pleton, kedunya adalah campuran. Sutris, Rifqi, Darma, Eko dan 12 orang lainnya ada dipleton 1, sedangkan Aku, Ridlo, Rizal, Ervika dan 12 orang lainnya dipleton 2. Seperti lomba-lomba sebelumnya, kami harus berlatih selama 1 bulan lebih demi mendapatakan hasil yang maksimal. Kami harus berpanas-panasan dan sering sekali tidur disekolah untuk mempersiapkan perlengkapan kami. Dengan hasil membanggakan, kami mendapatkan juara. Pleton 1 mendapat juara 3 Utama dan pleton 2 mendapat juara 3 Bina. Bersyukur sekali dengan hasil ini, Alhamdulillah!
Berjalannya waktu, ya yang namanya organisasi pasti ada masalah. Kami harus merelakan 3 teman kami untuk keluar dari organisasi kami. Sangat sedih sekali, namun apa daya kami sudah melakukan hal yang terbaik namun mereka memutuskan untuk keluar dengan sendirinya.
Namun terlepas dari itu, aku sangat menikmati hari-hari di kepaskibraan ini. Kekeluargaan, kebersamaan, tangisan, kekecewaan, pertengkaran, semuanya ada disini. Kerja keras, lelah, kebanggaan semuanya lengkap disini. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu dan kebersamaan, karena sangat bodoh sekali dan menyesal sekali kelak nanti.

Itu sedikit cuplikan cerita yang aku alami bersama teman-temanku di organisasi Paskibra SMA Negeri 1 Bangil ini. Begitu banyak hal yang menyenangkan, merindukan dan mengenang sekali.
Sekarang kita sudah menjadi Alumni bagi ekstra kita, bagi sekolah kita juga. Kali ini aku sangat merindukan waktu-waktu kebersamaan kita dulu. Panas-panasan, tangisan, kebahagiaan, persahabatan, kekeluargaan semuanya aku sangat rindu sekali.

Terimakasih kawan-kawanku, aku sangat merindukan kebersamaan kita.

Terimakasih untuk,

  • 1. M. Sutrisno
"Sudah berbuat banyak untuk ekstra paskib angkatan kita sekaligus ketua dipaskib kita."
  • 2. Moch. Yusuf
  • 3. Rifqi Dwi Ramadhani
  • 4. Yusuf Hilman H
  • 5. M. Fitroh Ifandi
  • 6. A. Fatoni
  • 7. Arif Eko M
  • 8. M. Wasial Fahmi
  • 9. A. Syariful Rizal
  • 10. Welly Igusti Leo Y
  • 11. Ridlo Muzayyin Sih B
  • 12. Rizki Teguh I
  • 13. Alawy 
  • 14. Tsaqif Ardani Kurniawan
  • 15. Darma Putra R.S
  • 16. M. Shilul Arham
  • 17. M. Dimas S
  • 18. Fariz Ahmad B
  • 19. Nadia Safitri
  • 20. Galuh Lukitasari
  • 21. Ayu Harly Utami
  • 22. Vinta Maulia
  • 23. Cicinidia
  • 24. Firah Zarwandah
  • 25. Nindira Herlisa B
  • 26. Elsa Jamilah
  • 27. Vera
  • 28. Nailul Isti'ana
  • 29. Afidah Abadiyah
  • 30. Khoirin Nuril Islamiah
  • 31. Sukmawati Nila A
  • 32. Normalia Suryani
  • 33. Wiwit Panji P
  • 34. Fitri Bourqi
  • 35. Ervika Septi Morah
  • 36. Meidia Zafirah Nisa
  • 37. Windi Rosalia

Special Thanks To,

M. Sutrisno
Rifqi Dwi Ramadhani
Achmad Syariful Rizal
Ridlo Muzayyin Sih Basuki
Nadia Safitri



"Aku bersyukur bertemu dengan kalian kawan. Kalian adalah teman sekaligus keluarga untukku.Semoga kita saling mengingat dan saling membantu.Jangan pernah putuskan hubungan kita ini.Aku akan selalu bangga, dan selalu rindu dengan kebersamaan kita."


Posting Komentar