Little World

Little World

Rabu, 23 Juli 2014

"Selamat Sahabatku, Inilah Mimpimu"

"Ketika aku berduka kau selalu ada membalut lukaku.Disaatku butuh teman yang mengertiku bahagiakanku.Tlah banyak cerita yang kita lalui menangis bersama dan tertawa, jarak antara kita tak lagi bermakna engkau sahabatku selamanya.Sahabat kau bagai bintang hiasi malam dengan indah terangmu. Sahabat kau tak kan hilang walau tlah jauh tapi dekat hatiku."...
 ***


 ***

Dengan sangat terkejut dan sangat tidak menyangka aku mendapatkan kabar yang beredar di BBM. Ya meskipun sedikit kecewa karena ridlo sendiri tidak mengabariku secara langsung lewat sms atau BBM. Mungkin dia memiliki alasan sendiri.
"Ridlo, selamat AKPOLnya. Semoga sukses selalu cenguk!!""Cenguk, tembus AKPOL. Alhamdulillah!""Selamat Rido, sukses AKPOLnya :)""Cenguk jadi taruna Akpol, alhamdulillah!"
Aku sangat bangga dengannya. Ya "Ridlo Muzayyin Sih Basuki" alias cenguk, ia adalah salah satu sahabatku. Ya kita bersahabat, sebuah persahabatan yang boleh dibilang masih seumur jagung ini sudah harus merasakan berbagai masalah hingga kita pernah bersalah paham. Sempat sangat sedih sekali ketika kita harus bermasalah dengan sahabat kita sendiri.
Untuk mengingatnya saja aku sering sekali menyesal, sering kali aku jg kepikiran, mengapa demikian? Aku sangat merasa kehilangan banyak sosok seorang sahabat sepertinya. Ya aku belajar banyak darinya, aku belajar untuk mandiri, aku belajar lebih menghargai seseorang, lebih sabar, lebih tekun, lebih dan lebih dan lebih lagi.
Aku sangat kagum dengannya, aku memang kekanak-kanakan sehingga sering sekali aku merepotkannya. Dan mungkin saja disuatu waktu tertentu ia sangat lelah dengan kekanak-kanakkan ku ini hingga dia sempat menghiraukanku beberapa waktu. Aku selalu berusaha membuatnya senang, tertawa dan tidak dingin karena kebetulan dia adalah salah satu sahabat yang sangat berbeda dari yang lainnya. Dia sangat pendiam, sangat tertutup, dan sangat misterius. Aku sangat ingin sekali mengubahnya menjadi sosok yang ceria, dan tidak murung lagi. Namun sering kali caraku ini menjadi bumerang bagi persahabatan kita. Mungkin ini salahku juga.
Kita telah banyak menghabiskan waktu bersama. Semasa sekolah sekitar tahun 2012 aku baru mengenalnya karena kita tetangga kelas. Kita juga satu ekstra disekolah kami. Sehingga banyak waktu kita bertemu dan bukan hanya itu juga, kebetulan kita juga sama-sama menyukai dunia bulutangkis. Dia adalah sparing partnerku yang sangat baik. Kita saling berlatih mencari kekurangan dan membagi kelebihan kita masing-masing. Jadi sekarang kita sama-sama berkembang dan memiliki pukulan-pukulan khas kita masing-masing. Aku dan dia juga satu les di Pak Aji, salah satu guru disekolahku. Ketika les pun aku sering menjemputnya, kadang dia juga menjemputku. Gak hanya kita berdua yang les disana, aku bersama sekitar 6 anak les disana termasuk dia. Jadi kita berangkat bareng-bareng, sangat menyenangkan sekali.
Kalau dia lagi gak enak ati, atau lagi sedih, aku selalu berusaha meluangkan waktuku untuknya. Aku pasti mengajaknya bermain, entah kemana sampai kita bingung tempat yang akan dituju. Aku hanya berniat ingin menghiburnya saja selama ini, aku ingin menjadi seorang sahabat yang baik untuknya. Dia sudah seperti saudaraku sendiri. Dia pernah bermain kerumah, bermalam dirumah, makan bareng dirumah begitupula aku. Aku juga pernah kerumahnya, ngobrol bareng, makan bareng, tertawa bareng. Banyak hal menyenangkan yang aku lewati dengannya.
Touring pertamaku yakni ke jember, itu juga dengannya. Kita seperti kakak dan adik, kemana-mana bareng. Kita tak lagi malu untuk saling bercerita. Aku juga sering bertanya dengannya soal agama, sebab aku merasa sangat kurang di religius saya dan kebetulan dia adalah santri disalah satu pondok pesantren. Aku belajat darinya banyak hal seperti yang aku ceritakan diawal tadi.
Sebelum sampai kita bermasalah diawal tahun 2013 lalu. Aku sangat kehilangan sosok seorang sahabat sepertinya. Dia yang awalnya sangat baik denganku, tertawa-tawa bersama denganku, berbagi cerita denganku, kini sedikit menjaga jarak denganku. Aku sangat menyesal sekali. Dia adalah sahabat terbaikku meskipun umur persahabatan kita masih sangat bayi, yang sudah harus rapuh dan mungkin saja sekarang sudah lumpuh sebab kenapa? kini kita mulai berjauh-jauhan tak lagi seperti dulu. Mungkin karena ia sudah tersakiti sekali dengan sifat kekanak-kanakanku ini. Maafkan aku sahabatku :"
Dia pernah bercerita ingin sekali menjadi seorang taruna kepolisian. Ingin sekali masuk AKPOL, dan sekarang setelah proses panjang. Mimpimu terwujud sahabatku :"
Aku bangga denganmu sahabatku. Aku bersyukur sekali mengenalmu sampai saat ini.
Walau kini kita sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin juga kamu sudah tak menganggapku sebagai sahabatmu tapi kamu, kamu tetap menjadi sahabatku. Aku akan berusaha untuk mengembalikan persahabatn kita, membayar tuntas kesalahanku yang lalu. Semoga kamu mengerti dan sama sepertiku, memperjuangkan persahabatan ini. Mungkin ini adalah salah satu hal bodoh, namun aku akan tetap berusaha untuk itu.
Jangan pernah sombong rid, tetap low profile, tetap kek yang dulu yang menyenangkan dan tetap menghargai orang lain. Itu sedikit pesanku untukmu sahabtku.

"Sahabatku, maafkan aku yang sering merepotkanmu.Sahabat, maafkan semua kesalahanku.Sahabat, semoga engkau selalu mengingatku dan semua hal yang menyenangkan dulu.Sahabat, aku sebagai sahabatmu akan selalu mendoakanmu.Sahabat, engkau sahabat terbaikku.Mimpimu untuk menjadi taruna kepolisian sudah terwujud sahabatku.Semoga engkau tetap seperti sahabatku yang dulu kala.

Terimakasih, Ridlo Muzayyin Sih Basuki."



Posting Komentar