Little World

Little World

Minggu, 17 Agustus 2014

Message for My Second Fam's

"Ketika aku berduka, kau selalu ada membalut lukaku."

"Disaat kubutuh teman yang mengertiku, bahagiakanku."

"Tlah banyak cerita yang kita lalui, menangis bersama dan tertawa."

"Jarak antara kita, tak lagi bermakna."

"Engkau sahabatku selamanya."


Banyak hal yang aku lewati dengan mereka. Bermain, bercanda, dan melakukan banyak hal lainnya bersama-sama. Saling membantu ketika ada kesulitan, saling memahami, saling toleransi, saling menghargai, dan banyak lainnya. 
Aku tak pernah menyesal bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian. Kalian sangat baik terhadapku, ya mungkin aku paling kekanak-kanakan diantara kalian, paling manja, dan sangat sering merepotkan kalian. 
3 tahun mengenal kalian di jenjang sekolah kemarin, sangat berkesan sekali. Kalian seperti saudara dan keluargaku sendiri. Ya walau kadang ada salah paham dan masalah. Aku menyesal telah banyak membuat kesalahan kepada kalian semua. Menyesal juga sering merepotkan dan maaf sekali atas sifat kekanak-kanakanku selama ini.
Ya, akhir-akhir ini sudah mulai jarang sekali ada kabar dari kalain. Memang asing, karena sewaktu sekolah kemarin meskipun tidak ada kabar kita masih bisa bertemu disekolah dan dikelas. Kalaupun ga ketemu, paling sakit, atau ada acara keluarga. Tapi sekarang beda lagi, kita sudah lulus dan tidak bertemu secara intens. Kita juga memiliki kesibukan masing-masing. Mungkin diantara kita masih bisa bertemu walau tidak akan sesering ketika kita sekolah dulu. Sekarang sudah jauh-jauh sekolahnya, rifqi di jawa tengah, ridlo 4 tahun di semarang, sutris pendidikan TNI AL, rizal juga pendidikan brigadir Polisi, Aris di Unesa Surabaya, Tsaqif pun di Unesa Surabaya, Eko sibuk nyari kerja, Robi masuk di UB Malang tapi masih pingin ke Stan. La kalau masuk Stan, robi ya ke jakarta sana. Tinggal aku sama ilham, satu kampus tapi beda jurusan pasti lama-lama juga jarang ketemu karena beda kesibukkan.
Sangat Menyedihkan dan sangat aneh buat ane gan. Tapi memang sudah waktunya seperti ini, akunya saja yang masih kekanak-kanakan jadi pas dihadapkan kenyataan kek gini akunya belum siap. 
Ya kalian adalah teman, sahabat sekaligus keluarga. Semoga kalian ingat selalu, dan senantiasa mengabariku kawan. Aku tak meminta apapun yang sifatnya luarbiasa dari kalian kawan, aku hanya berharap ketika kalian membaca tulisanku ini. Kalian bersedia mengabariku, ya cukup itu saja. Karena aku sangat rindu kebersamaan dan kebodohan kita selama ini.
Terimakasih banyak sahabatku, maaf atas segala kesalahanku selama ini. Jangan pernah sombong dan angkuh, karena akan banyak teman yang akan tersaikiti. 

"Ungkapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang. Sahabat yang baik adalah orang yang berkata benar, dan bukannya orang yang hanya membenarkan kata-kata."

Achmad Syariful Rizal

Rifqi Dwi Ramadhani

Mohammad Ilham Dwi Putranto



Moh. Tsaqif Ardhani Kurniawan

Kharisma Adi Basyori

Ridlo Muzayyin Sih Basuki

M. Sutrisno

Eko Arif Muhyiddin

Muizzul Haq Billah

Machrobi Yulianto

Nadia Safitri


Terimakasih sahabatku, akankah kita akan bersahabat selalu? 


Posting Komentar