Little World

Little World

Minggu, 09 November 2014

"Bagiku kau adalah sahabat terbaikku" -Naruto to Sasuke


Tepat jam 22.00 malam, aku yang kini sudah melanjutkan di bangku perkuliahan masih saja bermain bulutangkis ketika pulang kerumah halaman. Ya, walau bermain hanya beberapa waktu saja tidak sesering dulu ketika dibangku SMA.
Kini ketika sudah berpisah dengan teman-teman baikku, aku masih saja merasa dejavu ketika pulang kerumah dan bermain dikota halaman. Ketika mengunjungi suatu tempat, pasti aku teringat akan kenangan dimasa lalu. Ya, karena dibangku kuliah aku tak menemukan teman seperti teman SMAku dulu. Dulu begitu asyik dan menyenangkan, sekarang banyak yang idealisme. 
Salah satu tempat yang paling berkesan tentunya adalah lapangan bulutangkis mashyur kancil mas bangil. Kenapa? karena sudah lama aku menghabiskan waktuku untuk bermain disana. Hingga aku bertemu dengan teman bulutangkisku yg kebetulan satu SMA denganku. Namanya "Ridlo Muzayyin S B". Ya dia adalah teman, sahabat sekaligus keluarga bagiku. Kini ia sudah melanjutkan di Akademi Polisi Semarang. Jauh sekali dariku. Dulu kita sering menghabiskan waktu untuk bulutangkis dan bermain bersama. Mulai dari nonton bioskop bareng-bareng, karaokean, rapat paskib, dan sekedar main-main iseng. Kalau melihat malam seperti ini, dan ketika aku melewati daerah Stasiun Kereta Bangil, aku sangat teringat dengannya. Aku masih ingat betul ketika selesai bulutangkis aku harus mengantarnya ke Pondok Pesantrennya dan kemudian mengantarnya ke daerah stasiun tadi untuk menunggu bis arah gempol. Aku harus menunggu bis hingga dia naik dan pulang, tidak jarang aku harus menunggu harus tengah malam. Tapi aku senang, karena aku memang menggapnya saudaraku sendiri. Banyak hal yang aku habiskan dengannya.
Kemudian aku juga sring tringat dengan "A. Syariful Rizal" ketika aku melewati daerah mie ayam cak di. Ya, dia sangat suka makan mie itu. Aku lebih awal mengenalnya karena dia adalah teman seklasku ketika SMP dulu. Sampai SMA pun aku masih satu sekolah dengannya. Sama seperti ridlo, dia juga teman, sahabat sekaligus keluargaku. Walau sedikit sensi, namun aku tau dibalik kesensiannya itu dia adalah sosok orang yg baik. Baik sekali malahan. Aku jg sering menghabiskan waktu bersamanya, aku sering sekali bermalam dirumahnya. Hingga aku kenal baik dengan ibunya. Aku juga sering bermain dan berbasa-basi disana. Dia sosok teman yang menynangkan, kini dia ada di Kupang untuk pendidikan "Brigadir Polisi". Jauh juga dari aku.
Tak ketinggalan pula dengan "Kharisma Adi B", "M.Ilham Dwi P", "Tsaqif Ardani K'', "Eko Arif M", "Muizzul Haq Billah". Mereka juga gak kalah, mereka juga teman, sahabat dan keluargaku. Walau mereka sering membullyku, tapi jauh disana mereka adalah teman yg gak kalah baik. Ya kadang ada perkataan yg sulit diterima, tapi tak apalah. Aku juga mengerti, pasti ada maksudnya. Dan pasti ingin menghidukan suasana. Ketika disekolah SMA dulu, aku sering menghabiskan waktu dengan mereka juga. Makan bareng, futsal di aula bareng-bareng. Aku juga sering bermain ke kelas mereka. Aku bersama ilham, aris, eko dan tsaqif juga terkadang dengan rizal juga sering bermain dan bermalam dirumah salah satu mereka. Kita bermain PS, bakar jagung, makan besar, dan banyak hal lain juga. Aku, ilham, aris, rizal dan tsaqif adalah teman satu kelas ketika dikelas 10. Aris sekarang melanjutkan di Unesa, Ilham dan aku di UMM, Tsaqif Unesa juga, Billah masih fokus Akpol begitupula Eko masih ingin masuk TNI. Semoga diberi kelancaran untuk mereka berdua amin.
Untuk kali ini adalah untuk sahabat perempuanku satu-satunya, namanya "Nadia Safitri". Ya dia adalah teman satu kelas ketika di SMA kelas 10 bareng dengan ilham, rizal, aris dan tsaqif tadi. Ya, dulu dia sangat cengeng dan pendiam. Aku selalu berusaha menemaninya, menghiburnya, dan menjaganya. Kini berbeda dan berbalik 360', orang yg dulu ingin aku jaga, aku lindungi, dan aku temani kini mereka masuk di Keanggotaan Polisi dan TNI. Kini aku cenderung berharap dan berdoa agar mereka selalu terjaga, dan selalu ingat dengan pertemanan kita selama ini walau banyak lika-liku dalam proses pertemanan kita. Kini vivi jauh lebih tegar, tegas dan berwibawa. Aku bangga padanya.
Tak ketinggalan juga "M.Sutrisno" dan "Machrobi Yulianto". Sutris adalah ketua paskib angkatanku dulu 2012. Ya dia adalah teman yang baik, begitupula dengan robi. Robi dan sutris sudah seperti keluarga sendiri. Dengan sutris, aku teringat pas main ke tambaknya. Ngejaring ikan, makan disana dengan telanjang hanya memakai kolor saja. Sangat gila bukan? tapi sangat merindukan. Dengan robi, ketika aku pulang menuju rumah, tentu aku melewati daerah pandaan. Aku sering bermain dengan robi disana, karena sesama hobi karaokean walaupun suara pas-pasan kita sering karaokean disana. Kita juga sering nonton bioskop dipasuruan sekedar menghilangkan stres tugas disekolah. Dan juga main bilyard dengan teman-teman lainnya. Aku juga sangat kenal dengan kedua orang tua dari mereka berdua sutris dan robi. Aku menganggap orang tua mereka seperti orang tuaku, walau berbeda watak aku masih bisa mengerti dan paham. Karena kebetulan, aku sangat sayang kepada orang tuaku maka rasa sayang ini juga aku bawa ketika aku bertemu dengan orang tua dari sahabat-sahabatku tadi bukan hanya sutris dan robi, ilham, rizal, ridlo, aris dan semuanya juga. Kini sutris masuk di "TNI AL" dan robi di "STAN Bea dan Cukai" Kalimantan.
Yang terakhir untuk "Rifqi Dwi R". Ya, dia adalah sahabat baik seperti yang lainnya juga. Aku sering belajar darinya, kebetulan dia adalah teman yg pandai. Aku sering merepotkan dia, ya bukan hanya dia. Aku juga sering merepotkan sahabat-sahabatku yang lainnya juga. Karena aku sangat kekanak-kanakan dan manja sekali. Memalukan bukan? miris. Aku sering bermain denganya karena kebetulan aku dan rifqi satu kelas ketika kelas 12 SMA. Banyak rencana-rencana bermain yg gagal dengannya, entah itu karaokean, ke malang dan lainnya. Tapi aku diam saja, karena memang gabisa mau gimana lagi. Tapi jauh dari situ, dia tetap sahabat sekaligus saudara yang baik sekali. Kini ia melanjutkan di "STEM Akamigas Cepu" Jawa Tengah.

Ya itulah sedikit ulasan dejavu ketika aku pulang kerumah halaman. Kini aku jarang sekali bertemu dengan mereka. Entah status sebuah sahabat itu masih ada atau tidak. Aku juga tak mengerti, mungkin mereka sudah tak memperdulikan persahabatan ini. Karena aku sendiri merasakan itu, kini mulai hambar dengan kesibukan masing-masing. Aku saja dengan rifqi kini seperti lost contact. Jarang sekali untuk berkomunikasi, begitupula dengan ridlo, rizal dan lainnya juga. Memang apalah arti sebuah persahabatan bagi mereka. Mungkin hanya sebatas teman saja kala itu. Aku saja yang berlebihan. Tapi, apapun anggapan mereka. Jauh harapanku, mereka adalah sahabatku, keluargaku, dan saudaraku. Walau aku jarang untuk bertemu kalian, tapi banyak hal yang masih aku ingat baik disini. Terimakasih sahabat-sahabatku, kalian sangat luar biasa mewarnai hari-hariku kala itu, banyak hal yg aku pelajari dan aku dapat dari kalian. Maaf jikalau aku masih belum bisa menjadi sahabat yang baik untuk kalian. Terimakasih banyak sahabat.

"Aku tak ingin memutuskan ikatan yang telah kubuat, dan aku tak ingin orang lain memutuskan ikatan mereka denganku". -Naruto
Posting Komentar