Little World

Little World

Sabtu, 29 November 2014

Bulutangkis Awalnya

Ya kami selalu berolahraga bulutangkis bersama tiap sabtu pukul 18.30 sampai sekitar pukul 22.30. Itu kami lakukan rutin, kadang juga kita menghabiskan beberapa waktu luang untuk menyewa lapangan bulutangkis. Walaupun bulan puasa, kami juga tetap menyempatkan waktu untuk bermain bulutangkis. Ya ini kami lakukan ketika kami masih dibangku SMA. Aku, ridlo, jubron, dan hilman. Ya kami yang paling sering berlatih bersama.
Walau hujan menghadang, kami tetap saja berangkat bulutangkis karena olahraga ini sangat menyenangkan. Canda tawa, persaingan, kekeluargaan semuanya terasa. Aku masih ingat betul ketika kita berlath bersama. Tak peduli lelah, keringat, lapar, dan haus kami masih saja bermain.
Waktu terus berlalu, kini kami sudah tak satu zona. Kami sudah lulus dari SMA kebanggan kita.Kita sudah berpencar masing-masing. Intensitas untuk berolahraga seperti dulu kini hambar sudah. Aku sangat bosan dengan hari-hariku, awalnya aku respect setelah lulus akan bulutangkis sepuasnya namun kenyataan berbeda. Aku terbebani tugas-tugas, minim sekali untuk refresh otak untuk sekedar berolahraga. Aku tak tau bagaimana teman-temanku dengan bulutangkisnya. Kebetulan kita tidak sat kawasan. Aku di Malang, Jubron dan Hilman di Surabaya, sedangkan Ridlo sendiri di Semarang.
Sangat merindukan waktu dimana kita berlatih bersama, saat-saat belajar bermain bulutangkis bersama, saat-saat kelelahan, saat-saat kehausan, saat-saat canda tawa kebersamaan.
3 tahun lamanya aku bermain bulutangkis bersama mereka, yang awalnya tak kenal kini seperti dekat sekali seperti keluarga sendiri. Tak jarang setelah kita berlatih bulutangks, kita menghabiskan waktu untuk nongkrong dialun-alun kota kami, Bangil. Walau hanya sekedar makan nasi goreng langgananku bersama ridlo dan es teh. Itu sudah cukup membahagiakan waktu kebersamaan kami.
Akankah kita bisa bertemu dan mengulang masa-masa bahagia sepert ini kawan?Rid? Man? Bron?
Aku harap kalian tak pernah menjadi orang yang sombong dan angkuh, semoga kita bisa bertemu kembali dan bermain bulutangkis seperti kita dulu.
Aku tunggu ya, Ridlo, Hilman dan Jubron. Sampai ketemu lagi kawan...
Posting Komentar