Little World

Little World

Selasa, 27 Januari 2015

My Pal

Lama tak bersua bahkan berjumpa dengan sahabat sepertimu pal. Bertemu pun tak se intens dulu hehehehe. Banyak perubahan yang kita alami, dengan kedewassaan ini membuat keseruan dulu sedikit pudar dan kini aku kangen masa itu hahaha. Entah kapan kita bisa tertawa bebas dan menghabiskan banyak waktu bersama seperti dulu. Hanya harapan aja sih sepertinya hehehe.
Sebuah catatan manis ketika aku bertemu seorang teman yang super menyebalkan, super mangkelno, megeli pisan hahahaha. Tapi ancen roso roso dulur dewe bahkan koyo adekku dewe hahaha. 
Aku sih nunggu kau main kerumah lagi kaya dulu, mangan mangan, terus ujuk ujuke ya dolan maneh hahaha. 
Thanks for everything pal, wish you succes on your career Akpol exspecially :) 
See you next time... 








With Ridlo Muzayyin Sih Basuki 


With Ridlo Muzayyin Sih Basuki 

With Ridlo Muzayyin Sih Basuki 


Jumat, 23 Januari 2015

Pengalaman Pertama di Begal

Hari selasa entah tanggal berapa saya juga lupa hahaha. Pokoknya setelah berlangsungnya ujian disekolah saat aku masih kelas 2 SMA. Kami (Aku, ridlo, firsta, hafid, angel, fina, sabrina, icha, safira) memutuskan untuk pergi jalan jalan ke daerah makam cina untuk hunting foto disana. Kami pergi sekitar pukul 1/2 siang, setibanya disana kami sudah langsung disambut oleh kawanan anak yg sekitar umurnya 20-21 tahunan. Mereka lumayan banyak, dan kita menganggap biasa saja waktu itu. Sepulang nya, tidak tau kenapa kami dicegat oleh 3 orang anak yang berboncengan sedang mabuk. Mereka turun dan memaksa kami untuk memberikan sesuatu padanya. Kami tak mau, kemudian salah satu dari mereka memutuskan untuk menggeledah kami satu persatu. Aku yang kebetulan tidak membawa barang berharga begitu aman saja, namun sahabatku si ridlo dia membawa uang lumayan banyak karena mau membayar spp sekolah. Dia menaruh dikantong celananya. Ketika sipelaku tadi mau meggeledah celana sahabatku, aku langsung memegang tangan si pelaku tadi dan bernegosiasi. Walau aku ikut gemetaran, tapi apa boleh buat. Dibelakang ku ada beberapa perempuan dan sahabatku. Aku takut mereka diapa-apakan sehingga aku harus melakukan ini. Keadaan si pelaku yang mabuk, terbesit dipikiranku dia tidak sedang sadar 100%. Maka dari itu aku mencoba memberikan uangku 4000rupiah pada mereka. Mereka tak melihat uangnya, dan kamipun segera melarikan diri. Hahahaha
Ya ini salah satu kenangan hebat ku, pertama kali dibegal bareng sama sahabat ane si ridlo muzayyin sih basuki siapa lagi. Sekarang kuangen ga pernah ketemu, kapan isok dulinan maneh hahahaha.
Apa kabar pal disana?

Aku dan Ridlo Muzayyin Sih Basuki

Aku, Firsta, Ridlo, Hafid

Hafid, Firsta, Ica, Sabrin, Frina, Aku, Ridlo, Safira



Kamis, 15 Januari 2015

Friends? You are My Everythings

Karena memgingat leptop yang uda dapat beberapa bulan hilang, kali ini bener bener kangen dan kadang merasa dejavu pada sesuatu tempat dan keadaan. Oke kali ini spesial mau nitip foto yang masih ada entah itu model screenshoot atau ngalay atau yang lain yang penting suatu saat nanti bisa dilihat lihat lagi. Ini bagian spesial dan merindukan hahahaha. Oke lets see...



















Terimakasih selama ini sahabat sekaligus manusia terhebat dan luar biasa...   


Minggu, 11 Januari 2015

Omku, Setan Keluargaku

Lagi termotivasi untuk menulis disini tentang kehidupanku. Sudah tidak bisa diceritakan ke sahabat-sahabat seperti dulu lagi mengingat kita sudah tidak SMA lagi. Disisi lain aku juga membuat blog ini untuk share tentang kehidupanku. Maaf untuk beberapa orang yang mungkin kurang nyaman dengan ini. 
Yah, kali ini aku harus mengalami dilema besar. Masalah besar terjadi dalam keluarga besarku. Seorang om ku sendiri berani menghancurkan hubungan persaudaraannya hanya karena harta yang bukan haknya. Bukan aku tak menyukainya, namun ini adalah awal dari kebencianku terhadapnya. Terlalu munafik dan gila harta, ya dia adalah om ku. Segala cara licik dilakukannya untuk mendaapatkan segalanya. 
Tanah warisan nenekku kini ia jual dengan melakukam cara licik yang menyangkut beberapa oknum agar meng-goal-kan niatnya. Ia melakukan pemalsuan surat tanah untuk melancarkan niatnya. Ia menganggap tanah itu adalah warisan dari ibunya (budeku). Iya, budeku adalah anak tertua dari nenekku. Kalau dijaman dulu, beli tanah itu menggunakan format nama lama. Misalnya anak tertua namanya siti, maka disurat tanah tertulis "Pak Siti". Berawal dari situ, budeku yanv sudah meninggal tersebut memberikan wejangan pada omku tentang tanah itu. Omku yang gila harta, siapa sih yang ga ngiler dengan tanah yg jika dijual mendapat kan keuntungan yg melimpah? Ya om ku bermodal dengan cara liciknya, ia memalsukan surat itu dengan menghapus kata "pak" dalam nama surat tanah tersebut menjadi nama ibunya. Dan kini tanah tersebut sudah diDP 150juta. Gatau apa motivasi dia melakukan ini. Sekarang pihak keluarga besarku harus dibuat pusing, mereka semua harus mengolah dan mencari tau bentuk kelicikan. Kami juga sudah lapor tentang ini. 
Aku sebagai anak, sungguh jijik dan melaknat apa yang dilakukan omku terhadap keluarga besarku ini. Dia seolah ingin terlihat kaya, paling tinggi, namun dengan cara yang menjijikan. Dia juga penjudi, pembohong, penipu, apalagi dengan masalah ini. Semakin terkuak sifat setannya. Aku tak tau harus cerita kesiapa dan meminta bantuan siapa lagi. Aku meminta doa dari kalian yang membaca tulisanku ini, semoga kemenangan ada dipihak keluargaku dan ada hukuman untuk mereka yang mendzolimi keluargaku. Allah tak pernah tidur, aku yakin keajaibanmu Ya Rabb...