Little World

Little World

Selasa, 17 Maret 2015

IBU



Halo my second world, bukan alasan lain lagi kalau saya nulis disini gegara sepi hahaha. Ya, seperti tulisan saya kemarin, sepi itu menggiring saya untuk flashback. Nah, ini lagi dikondisi otak lagi ingin flashback. Maka dari itu saya mengalihkannya dengan menulis ini hahaha. Oke kali ini saya mau ngebahas tentang ibu, ya ibu saya yang jelas hahaha.
Dewasa ini sosok ibu sangat disoroti oleh masyarakat. Ibu adalah orang yang melahirkan kita dengan perjuangan keras hingga kematian menjadi taruhannya. Tapi dipikiran saya, apakah orang yang melahirkam manusia kedunia itu pantas menyandang kata "IBU"?  Dengan fenomena banyaknya seorang perempuan yang melahirkan manusia kedunia namun dengan teganya membunuh bakal teman dari kita, anak kita, bahkan saudara kita. Dibunuh, dibuang, dan tindakan kriminal lainnya dilakukan demi menghilangkan nyawa bakal manusia yang tak bersalah itu. Entah apa yang melatar belakangi hal itu. Seolah olah dikaruniai seorang bakal manusia itu sangat gampang padahal diluar sana banyak pasangan suami istri yang mengingkannya namun akibat penyakit, atau bahkan kemandulan membuat pasangan suami istri ini harus menelan keinginannya. 
Dan dizaman ini, hubungan suami istri sudah banyak dilakukan oleh muda mudi. Ini membuktikan kebobrokan mental dan jiwa muda mudi kita. Mereka dengan percaya dirinya melakukan tindakan itu, bahkan ada sebagian yang merekamnya dengan wajah wajah tak bersalah dan seolah sudah biasa saja. Apakah perempuan perempuan itu pantas dipanggil ibu? Dengan perilaku yang sejahat itu? 
Saya adalah lelaki yang dalam menuju kedewasaan, yang berkembang, semakin tahu realitas disekitar. Jujur saja, saya ketika kecil sangat nakal, ibaratnya sudah beberapa strip dibawah kedurhakaan hahahaha. Siapa sih yang mau menjadi anak durhaka? Tentu saja tidak mau. Bayangakan saja, durhaka itu konsekuensinya adalah neraka. Jadi siapa yang mau? Hahahaha. Namun dalam proses kedawasaan ini saya mulai berubah, namun saya merasa perubahan saya ini tidak seperti dewasa dewasa pada umumnya. Karena apa? Karena saya merasa seperti anak kecil ketika saya pulang kampung kerumah halaman. Saya balik lagi manja, sayang - sayangan sama mama, goda-godain mama, pokoknya seru seruan sama mama. Disisi lain, saya bersyukur dalam kondisi proses dewasa ini sifat kekanak-kanakan saya ini tidak sepenuhnya seperti ketika aku kecil dulu yang negatid sekali hahaha. Kini, saya lebih bisa menghargai orangtua khususnya mama saya. Mama saya adalah patokan kriteria buat saya dalam mencari istri nanti hahaha. Menurut saya, mama saya sudah sangat pantas sekali dipanggil "IBU". Kenapa? Karena mama saya telah memperjuangkan saya dari saya kecil, hingga saat kuliah seperti ini. Mama adalah bukti nyata keberadaan seorang malaikat didunia. Mereka rela melakukan apapun untuk anak mereka. Mereka tak peduli sesakit apa, yang terpenting adalah anaknya. Banyak hal yang harus kita tela'ah dari seorang sifat IBU walaupun kita adalah laki-laki. Karena dengan kita paham dan tahu bagaimana seorang ibu, maka kita juga akan tahu bagaimana yang seharusnya kita lakukan. Kita akan tahu tolak ukur antara baik dan buruknya kita, serta kita akan tahu sejauh apa kebaikan kita. 
So, buat kalian yang masih diberi waktu dan kesempatan untuk melihat Ibu kalian, memperjuangkannya seperti apa yg beliau perjuangkan untuk kalian. Maka, cepatlah kalian sadar, berubah dan tau diri. Perjuangkan ibu kalian, bahagiakan mereka. 
Posting Komentar